Warga Labuhanbatu Menjerit, Begini Ceritanya

0
2583

SIMANTAB.COM, Labuhanbatu – Warga Labuhanbatu Menjerit,terutama ibu rumah tangga (IRT), karena Pangkalan Gas  Elpiji yang bersubdisi dari Pemerintah itu langka milik Amin (42) yang berdomisili di Kelurahan Siringo-ringo Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu. Senin (25/9/2017).

Atas kelangkaan itu pemilik pangkalan menolak menjual Gas subsidi kepada warga.

“Bukannya kita tak mau jual, tapi warga tidak sportif, ada yang ambil jatah sampai 4, kasihan dengan yang lain, terlebih langganan saya yang rutin beli walaupun kondisi gas tidak langka” ungkap pria keturunan Tionghoa ini.

Katanya lagi, bahwa juga didapati sejumlah konsumen yang bukan merupakan warga Kelurahan setempat, bahkan membeli gas dengan cara mengancam.

“Pangkalan Gas bukan disini saja, koq warga dari kecamatan lainpun ambil gas disini, pakai cara yang kurang baik lagi, kan kasihan warga di kelurahan ini” ujarnya.

Sementara, Surtinah (41), warga Kelurahan setempat, mengakui kelangkaan Gas sejak satu minggu terakhir ini, dan berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memberikan solusi.

“Gas saat ini menjadi kebutuhan pokok, sebaiknya pemerintah mengambil langkah tepat untuk mengatasinya, jangan hanya ditonton dan dibiarkan saja” sebut Surtinah.

Kekisruhan itu, akhirnya terhenti ketika pemilik pangkalan menutup pintu rukonya, dan menjanjikan kepada warga akan menjual apabila dilakukan dengan cara yang tertib. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.