Warga Nagori Bah Jambi II Minta Kepastian Perbaikan Longsor Irigasi

0
9308

SIMANTAB.COM, Simalungun – Masyarakat pemilik sawah yang berada di Nagori Bah Jambi II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, meminta kepastian perbaikan saluran irigasi utama di areal pertanian mereka. Pasalnya, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait.

Rawen Nababan (54) warga setempat mengatakan, hingga saat ini pihak Pemkab Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan peninjauan tetapi hingga kini belum ada perbaikan. “Bulan lalu mereka datang bersama Wakil Bupati, mereka berjanji akan melakukan perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan dimulai perbaikan,”ungkapnya saat bertemu di Kota Pematangsiantar, Jumat (01/12/2017) siang.

Dikatakan pria bertopi putih ini, kerusakan saluran irigasi dimulai sejak Bulan Mei lalu, menurutnya kerusakan saluran irigasi diduga disebabkan air meluap tinggi hingga menyebabkan saluran irigasi utama untuk pertanian seluas sekitar 1.500 hektar tergerus.

“Awalnya ini karena pihak PTPN 4 unit Kebun Balimbingan dan Marihat yang membuang air dikala hujan ke saluran irigasi kami itu, dan disebabkan masalah inilah makanya dulu jalan penghubung antara Siantar-Tanah Jawa putus, selain itu pihak perkebunan yang terus menerus melakukan pembersihan rumput juga bisa menjadi penyebabnya karena tidak ada lagi penahan air,” jelas pria berjaket hitam itu.

Dijelaskannya, kerusakan akibat tergerusnya dinding saluran irigasi sudah mencapai 30 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter dan panjang sekitar 1.200 meter. Dan, bila dikala hujan volume air yang meluap juga tinggi hingga terus menerus menggerus dan dikawatirkan kerusakan ini akan semakin parah.

“Bila semakin lama diperbaiki, maka semakin parah dan dimungkinkan bisa ke daerah lain seperti di Nagori Totap Najawa. Sekarang kami berharap agar pemerintah sesegera mungkin melakukan perbaikan. Selain itu, kami juga belum bisa bertani padi karena akibat rusaknya saluran air itu, air tidak dialirkan sehingga kami terpaksa menanam jagung dan lahan yang tidak bisa ditanam padi seluas 300 hektar,” jelasnya. (lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.