Waspadai Gejala ini untuk Ketahui Antraks pada Hewan Ternak

0
206

Seperti yang dilansir Kompas.com, “Antraks itu penyebabnya bakteri. Nah bakterinya itu menyebabkan penyakit pada hewan dan kadang-kadang menular ke manusia. Tetapi bukan dari manusia ke manusia,” ujar drh. Heru Susetya MP Ph.D. Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam jumpa pers, Sabtu (20/01/2017).

Heru mengungkapkan, biasanya hewan yang terserang antraks adalah Herbivora, seperti kambing, domba, sapi, dan kuda. Bahkan, antraks juga bisa menyerang gajah.

“Biasanya dia menyerang hewan-hewan herbivora. Kuda bisa, gajah juga bisa,” ucap Heru.

Menurut dia, di dalam Kedokteran Hewan, Antraks sudah masuk dalam penyakit hewan strategis atau harus diperhatikan. Penyakit Antraks juga menjadi prioritas dari pemerintah.

“Di dalam ketentuannya sudah ditetapkan, setiap hewan yang menunjukkan gejala atau terkena antraks tidak boleh dibedah bangkai apalagi dikonsumsi. Itu kata kuncinya yang perlu diperhatikan,” ujar Heru.

Ia memaparkan, antraks pada hewan ternak ditandai dengan adanya beberapa gejala. Pertama, ternak mengalami demam tinggi. Kedua, kepala dibentur-benturkan atau diputar-putar. Ketiga, hewan merasakan sakit luar biasa di bagian pinggang.

“Dalam waktu 10 sampai 36 Jam, akan mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam di seluruh lubang tubuh,” bebernya.

Heru mengimbau agar ketika masyarakat maupun pemilik ternak menemukan tanda-tanda tersebut, segera melapor ke Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan). Masyarakat juga jangan menyembelih dan mengkonsumsi daging dari hewan dengan gejala-gejala tersebut.

“Kalau melihat tanda-tanda itu segera melapor ke Poskeswan yang ada di kecamatan. Jangan disembelih dan dikonsumsi,” kata Heru.

Jika hewan yang terinfeksi antraks itu dibedah bangkai atau disembelih, bakterinya akan kontak dengan udara dan membentuk sepora. Namun, jika tidak sempat kontak dengan udara maka akan tetap berada di dalam tubuhnya sebagai sel vegatatif.

“Kalau tidak sampai kontak dengan udara maka akan tetap ada di tubuhnya sebagai sel vegetatif. Bakteri akan mati ikut dalam pembusukan,” ujar Heru. (Sn-06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.