Dicari : Calon Walikota Siantar Yang Radikal

0
123
Adzman, SH & Hermanto Sipayung bacalon walikota dan wakil walikota kota siantar, Sudah Cukup Radikalkah mereka ?

Baca juga: https://faseberita.id/berita/azman-hermanto-perkenalkan-diri-sebagai-balon-walikota-wakil-walikota-siantar/amp

Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 menjadi pilkada yang berbeda bagi kota pematang siantar. Jika pada pilkada kota siantar sebelumnya menghasilkan walikota dadakan dimana walikota dadakan ini merupakan hasil dari penggodokan yang dilakukan oleh partai politik, maka pilkada tahun 2020 diharapkan menghasilkan kejutan. Kejutan seperti apakah yang diharapkan warga siantar dari sebuah pilkada ? Hadirnya pemimpin yang miskin menjadi sebuah harapan sebagian kalangan. Pemimpian miskin ini juga diharapkan lahir dari rahim masyarakat langsung yaitu calon independen. Kenapa kemiskinan dan independen menjadi sebuah harapan?

Adzman seorang aktivis hukum menyatakan bahwa masyarakat kota siantar sudah jenuh dipimpin oleh orang kaya yang berasal dari partai politik yang ternyata tidak mampu membuat perubahan di kota siantar. Kecenderungan pilkada kota siantar menggunakan politik uang dalam proses pemilihannya membuat tokoh tokoh bersih kehilangan kesempatan untuk menjadi pemenang. Bahkan kandidat yang diusung partai sering dianggap hanya menjadi bebek kebijakan partainya.

Masyarakat siantar sekarang cenderung memilih untuk mengorbankan penghasilannya pada hari H dari pasangan calon untuk hanya sekedar mencoba peruntungan dengan memilih calon yang dikenal miskin. Masyarakat siantar sudah mulai memiliki kecenderungan untuk memilih kandidat dari calon indepen karena dianggap gampang melepaskan diri dari hirarki organisatoris.

Baca juga : https://simantab.com/ronal-tampubolon-terima-keluhan-warga-dapil-3/

Akhirnya sebagian masyarakat mengharapkan hadirnya pemimpin yg Radikal. Radikal maksudnya adalah pemimpin yang memang berlawanan dari kelaziman yang ada. Jika rata rata paslon berlomba lomba menghadirkan pasangan pelangi, maka ada sebagian kalangan yg cenderung mengharapkan walikota dengan wakil walikota yang seagama. Bahkan jika walikota dari islam moderat maka wakilnya berasal dari FPI yang sering dianggap sebagai aliran garis keras.

Baca juga: https://simantab.com/seminar-kebangsaan-dan-konfercab-ikatan-sarjana-nu/

Yachhh jangan apriori terhadap orang radikal yang berniat mencalon menjadi walikota siantar, biarkanlah siantar ini dipimpin orang radikal, mana tau bisa menjadikan kota siantar yang gegap gempita, siantar yang enak makan dan enak tidur

Apakah beliau ini bisa menjadi pemimpin radikal yang ditunggu tunggu masyarakat kota siantar, apakah azman hermanto sudah cukup radikal bagi masyarakat kota siantar ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here