IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun

Gubernur Edy Ajak APTISI Berkolaborasi dengan Pemerintah untuk Kemajuan Pendidikan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak APTISI berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Sumut. (Foto: Diskominfo Sumut)

Simantab, Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah I Sumut, berkolaborasi bersama dengan pemerintah untuk berbuat yang terbaik demi kemajuan dunia pendidikan di daerah ini.

“Apa yang harus kita siapkan untuk Sumut adalah SDM yang siap pakai. Namun kita juga harus memikirkan wadah mereka setelah lulus nantinya, dan kita harus bangun pondasi itu dari sekarang,” kata Gubernur Edy Rahmayadi saat menghadiri acara pelantikan Pengurus APTISI Wilayah I Sumut periode 2021 -2025 yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur di Medan, Senin (10/1/2022).

Edy Rahmayadi mengatakan, setiap tahun ada sekitar 60 ribuan mahasiswa yang lulus di Sumut. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan juga pihak Perguruan Tinggi yang mendidik seluruh mahasiswa yang siap pakai.

“Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi yang baik, dan dapat menyelesaikan masalah ini. Karena pertumbuhan penduduk kita sangat pesat dan ini juga merupakan bonus demografi yang harus kita kelola,” katanya.

Ketua APTISI Sumut HM Isa Indrawan mengatakan untuk dapat mengembangkan segala potensi yang ada dalam membantu pemerintah membangun daerah. Hal ini dapat dilakukan dengan berkontribusi pada hasil penelitan yang dilakukan pihak universitas. 

“Secara bersama harus kita pikirkan untuk berkontribusi pada pemerintah. Dalam hal ini memanfaatkan lembaga di APTISI, di antaranya lembaga akreditasi, penelitian dan sebagainya. Minimal tiga saja penelitian yang dilakukan di desa, maka dapat membantu untuk pembangunan Sumut nantinya,” ucap Isa Indrawan. 

Untuk itu, ia meminta program APTISI dapat dikerjakan bersama dengan segala unsur yang ada. Dari 212 Perguruan Tinggi Swasta dan sebanyak 10 ribu dosen yang tersebar, menurutnya sudah sangat mampu melaksanakan program tersebut.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.