Liput Tawuran, Oknum Wartawan Dikroyok Siswa SMK

0
436

SIMANTAB.COM – Saat ini, mental seorang pelajar memang sangat memprihatinkan. Selain melakukan aksi tawuran, para pelajar juga melakukan pengeroyokan terhadap oknum wartawan yang akan melakukan liputan, Rabu (11/03/2020) siang.

Mulanya, beberapa oknum wartawan dari media online dan cetak hendak melakukan liputan aksi tawuran antar pelajar di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Saat itu, beberapa pelajar melakukan pelemparan batu ke arah oknum wartawan.

Kemudian, aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya dua wartawan yang mulanya meliput tersebut berlari mencari perlindungan.

“Aku mau liputan tawuran antara anak Tamsis (Taman Siswa) dengan SMK Persiapan, Melati dan YPI. Tapi dikiranya aku polisi, makanya kami dilempari pakai batu,” kata Yudha, wartawan Siantar24jam saat berada di Polsek Siantar Barat.

Setelah kejadian itu, Yudha meminta bantuan rekan-rekan lainnya untuk mencari keberadaan pelaku pelemparan yang disinyalir siswa SMK Taman Siswa. Bersama personel Polsek Siantar Barat, beberapa wartawan melakukan pencarian hingga akhirnya bertemu dengan puluhan siswa Taman Siswa. Di sana, aksi pengeroyokan pun kembali terjadi, kali ini Irfan Nahampun wartawan media Online Lintangnews.com menjadi korbannya.

Ia dikeroyok beberapa siswa hingga mengalami luka pada beberapa bagian tubuh. “Tadi kami ngejar anak sekolah itu, rupanya orang itu rame kali dan nyerang balik. Untung warga sekitar bantu aku, kalau nggak mungkin sudah parah aku,” kata Irfan.

Adlis (54) warga Jalan Tombang, Kelurahan Timbang Galung mengatakan aksi tawuran antar pelajar sering terjadi di Jalan Tombang. Bahkan, masyarakat sudah berkali-kali melakukan pengusiran terhadap siswa yang berkumpul. “Kami sudah capek ngusir mereka. Tapi tetap saja bandel. Kadang anak-anak itu melawan kami juga,” katanya saat berada di Jalan Tombang.

Dalam aksi pengeroyokan yang terjadi di Jalan Tombang, salah satu siswa STK Taman Siswa berhasil diamankan polisi. Ia mengakui kalau melakukan pemukulan terhadap Irfan. “Tadi aku diajak sama kawan-kawan. Katanya mau berantam sama anak Persiapan, YPI sama Melati,” katanya.

Setelah dimediasi pihak kepolisian akhirnya siswa SMK Taman Siswa itu dikembalikan kepada orang tuanya dan membuat pernyataan agar tidak melakukan tawuran lagi. (Lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here