Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Pria Difabel dari Toba akan Ikut Jalan Kaki Temui Jokowi untuk Tutup TPL

Irwandi Sirait.

Siantar – Salah satu dari tiga aktivis yang akan melakukan aksi jalan kaki dari Toba ke Jakarta untuk menyuarakan penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) adalah Irwandi Sirait. 

Dua lainnya adalah Togu Simorangkir dan Anita Martha Hutagalung. Aksi yang disebut AJAK Tutup TPL itu direncanakan ditempuh selama 40 hari. 

Yang mengagetkan ternyata Irwandi adalah seorang warga Toba dari kalangan difabel. Dilihat di akun Facebook Bang Rait, diunggah sebuah video di mana Irwandi atau Bang Rait tengah latihan di kawasan Tao Sidihoni, Kabupaten Samosir pada 5 Juni 2021, tepat saat peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Video berdurasi 1 menit 23 detik itu memperlihatkan Bang Rait berjalan di atas rerumputan. Dia membuat caption video bertajuk: “Sang Difabel ikut Jalan Kaki Toba-Jakarta Tutup TPL”.

Bang Rait juga mengunggah pernyataan tentang tudingan sejumlah pihak yang menyebutnya sudah gila karena akan berjalan kaki dari Toba ke Jakarta menemui Presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan menutup PT TPL.

Baca Juga:

Curhat Pelaku UMKM Diperiksa Polisi

Diperiksa Polisi Karena Kemas Kopi

Hj. Netty Br Sembiring, a Strong Mother

Berhasil Menjaga Keharmonisan Keluarga Dalam Segala Situasi

Selengkapnya unggahan status Bang Rait:

“Sang Difabel ikut Jalan Kaki Toba-Jakarta Tutup TPL”

Video ini kita ambil pada 5 Juni 2021 tepat Hari “Lingkungan Hidup” di Padang rumput Tao Sidihoni Samosir, ini bagian dari sesi Latihan Jalan Kaki TUTUP TPL, (Video Singkat).

Memang saat ini banyak orang menertawakan keikutsertaan saya dalam TIM JALAN KAKI menuju Jakarta, bahkan  banyak di antara mereka menganggap saya sudah gila.

BACA JUGA

Mungkin mereka  menganggap Kaum Difabel tidaklah layak berjuang, apalagi untuk masalah Lingkungan tetapi sepertinya saya semakin semangat ketika mereka menganggap remeh, saya ingin tunjukkan saya bukan kaum lemah, atau pengemis apalagi kaum “PENJILAT” saya hanya ingin  mereka sadar , tanpa TPL kita bisa Hidup.

Saya yg Difabel aja bisa hidup dan bekerja tanpa tergantung kepada perusak lingkungan itu. Tetapi beberapa saudara2ku  yg Sehat dan Pendidikan Tinggi sepertinya ketakutan TPL Tutup, yang pasti jangan pernah menyerah dalam hidup, Tuhan Pasti Cukupkan untuk kehidupan kita asal kita mau berusaha.

Mudah2an dalam Aksi kami jalan kaki ke Jakarta bang Togu Simorangkir   dan Kak Anita Martha Hutagalung  sabar menunggu saya karena langkah saya ngak secepat mereka.

Pegiat lingkungan Sebastian Hutabarat mengapresiasi Irwandi Sirait yang akan ikut berjalan kaki ke Jakarta bersama Togu dan Martha.

“Salut untuk perjuangan dan keteguhan hati Bang Rait. Difabel, berjalan tertatih tatih, tapi memilih ikut jalan kaki dari Porsea ke Jakarta  (Lebih dari 2000 km), menemui Presiden Jokowi, dengan satu tekad bulat menutup TPL, pembabat hutan no 1 di TOBA.

Semoga Presiden Jokowi dan Jajarannya mendengar jeritan mayoritas warga TOBA yang di semua daerah dulu memilihnya diatas 90 persen.

Mengapa TPL harus ditutup? Karena kehadirannya bukan keinginan mayoritas masyarakat Toba, karena sejak kehadiran Indorayon sudah menimbulkan begitu banyak korban dan penderitaan bagi mayoritas masyarakat Toba,” tulisnya di akun Facebook.()

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi