Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Gubernur Edy Ralat Instruksinya Usai Bertemu Bobby, Medan Level 3

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi meralat instruksinya terdahulu yang menyatakan Kota Medan ada di level 4 dalam penilaian krisis Covid-19.

Ternyata Kota Medan ada di level 3 berdasarkan Case Fatality Rate (CFR) atau jumlah kematian maupun Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Medan, masih di bawah indikator level 4  yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Setelah saya pelajari juga, Kota Medan sebenarnya tidak di level 4. Seharusnya di level 3,” kata Edy Rahmayadi, Kamis (8/7/2021) usai bertemu dengan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Edy mengungkapkan, awalnya dia mendengar BOR di Medan 47 persen, namun ternyata 41 persen. “Kita pertahankan ini, kalau bisa diturunkan,” kata dia didampingi Bobby Nasution.

Hal ini, lanjutnya, harus disampaikan karena tindakan pada level 4, 3, 2, maupun 1 berbeda. “Pemberlakuan kerja di kantor juga berbeda,” ujarnya.

Baca Juga:

Polisi “SmackDown” Demonstran

Kapolres Tangerang: Masih Bisa Jalan

Tentara Langit Syarifin Bangun Dipenjara Kedua Kalinya Dalam 1 Tahun

Polres Karo Abaikan SK 3 Menteri tentang UU ITE

Dewan Pers Verifikasi Faktual Efarina Televisi

Hendry CH Bangun: Perusahaan Pers Harus Bekerja Berdasarkan Undang Undang Pers

Wali Kota Medan Bobby Nasution juga membenarkan bahwa CFR atau jumlah kematian maupun BOR atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Medan, masih di bawah indikator level 4 yang ditetapkan oleh WHO.

“Case Fatality Rate kita masih 3,1 persen. Sedang BOR 41 persen untuk isolasi dan 37 persen untuk ICU,” terang Bobby.

Dalam pemberlakukan PPKM mikro, Bobby Nasution mengatakan hanya terjadi perubahan jam operasional saja.

“Kami bukan hanya ingin menindak dan menegur, melainkan kami hanya ingin mengajak masyarakat bisa mengikuti apa aturan di PPKM mikro,” tuturnya.

Seharusnya Anda Tau

Untuk diketahui, ada empat level penilaian krisis Covid-19 di satu daerah berdasarkan indikator WHO. Level 1, artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2, artinya ada 20 sampai 50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 sampai 10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 sampai 2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3, artinya ada 50 sampai 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10 sampai 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2 sampai 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Terakhir, level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk. ()

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi