Take a fresh look at your lifestyle.

Niat Melindungi Ibunya Yang Lansia, Rumini Tewas Sambil Peluk Ibu Saat Erupsi Semeru

"Nduk anakku RUMINI...mlayu'o nduk.

1.015

Simantab.com- Korban meninggal letusan Semeru mulai ditemukan. Dua di antaranya adalah Salamah, seorang wanita lanjut usia, dan anaknya, Rumini (28). Salamah yang berusia 70 tahun ditemukan dalam keadaan berpelukan dengan Rumini. Jasad keduanya ditemukan di dapur rumah. Warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, itu meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Adik ipar Salamah, Legiman, menceritakan, ketika erupsi Gunung Semeru berlangsung, semua warga lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun Salamah tidak bisa menyelamatkan diri diduga karena tidak bisa berjalan akibat faktor usia. Sementara anaknya, Rumini, tak tega meninggalkan ibunya seorang diri.

Akhirnya keduanya bertahan di rumah hingga ditemukan meninggal saling berpelukan. “Tadi pagi kan saya cari adik ipar sama ponakanku. Pas bongkar rontokan tembok dapur terus tangannya kelihatan dan langsung kami bersihkan, dan dibawa ke rumah untuk dimakamkan,” jelas Legiman. Legiman mengatakan, sementara dua anggota keluarga Salamah berhasil selamat kendati mengalami cidera. “Suami Rumini dan anaknya selamat. Mereka sekarang dirawat di puskesmas,” katanya.

Dikutip dari akun Instagram @info_seputaran_blitar Rumini memilih tetap tinggal bersama sang Ibu yang sudah tak kuat lagi berlari.

Rumini memilih untuk tetap bersama sang Ibu hingga akhir hayat dalam pelukan sang Ibunda.

Nduk anakku RUMINI…mlayu’o nduk.
Ibu wes 70Tahun.
Wes ra kuat mlayu.
wedus gembel semeru bakal ngubur Deso iki lan mahkluk hidup penghunine.
Wes nduk ndang mlayu’o. Iklasno ibu istirahat panjang neng kene,”
⠀⠀
Rumini.”Mboten buk, rogo iso mlayu.
Tapi ati iki ora iso. Mboten sanggup lan tego ninggalne ibu piyambak,”

“Innalilahiwainailaihirojiun Mbak Rumini ditemukan meninggal dunia di rumahnya berpelukan dengan ibunya.
4 Desember 2021,” tulis akun @info_seputaran_blitar mengilustrasikan keadaan Rumini dan sang Ibu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, total jumlah korban meninggal terus bertambah. Namun identitasnya masih didata. “Untuk siapa-siapanya kami masih melakukan pendataan dan konfirmasi namanya beserta keluarganya,” kata Bayu.

Belasan orang meninggal Di bagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB, Abdil Muhari, menyebutkan, sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Selain meninggal, ada juga warga yang mengalami luka bakar di tubuh akibat terkena lahar panas. Mereka adalah penambang pasir di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Sumber: kompas.com

Comments
Loading...