Sampai di Karang Anyar, pengunjung langsung disambut dengan gemericik air yang jernih dan segar. Suasana sejuk di sekitar lokasi, berpadu dengan rindangnya pepohonan, menciptakan tempat yang sempurna untuk bersantai.
Simalungun|Simantab – Semarak Idul Fitri 1446 H, tidak berkurang walau dalam cuaca yang lumayan panas. Agar gempita perayaan tetap semangat, perlu oase sebagai penyegar. Di Kabupaten Simalungun, pemandian air sejuk (PAS) Karang Anyar, masih menjadi pilhan untuk destinasi itu.
Destinasi wisata di Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun ini, terbukti belum lekang oleh waktu. Pesonanya masih mampu menjadi magnet wisatawan lokal maupun luar.
Saat memasuki area pemandian ini, pengunjung langsung disambut dengan gemericik air yang jernih dan segar. Suasana sejuk di sekitar lokasi, berpadu dengan rindangnya pepohonan, menciptakan tempat yang sempurna untuk bersantai bersama keluarga. Pilihan tepat, melepas penat.
Pondok-pondok kecil yang berjajar di tepi pemandian menjadi tempat favorit. Sebelum dan sesudah bermain air, sejumlah pengunjung tampak asyik menikmati hidangan sambil menikmati keindahan alam.
Deretan pondok-pondok kecil itu, bahkan menjadi sesuatu bagi pengunjung. Seperti yang diakui Tigor (34), pengunjung Karang Anyar dari Kecamatan Jawamaraja Bah Jambi
“Posisi pondok-pondok di sini lebih dekat mata air. Airnya juga lebih jernih dan bersih, makanya saya dan keluarga lebih memilih bersantai di sini,” ujarnya kepada Simantab, Rabu (02/04/2025).
Bagi Tigor, Karang Anyar bukanlah destinasi baru. Sejak remaja, dia sudah sering mengunjungi pemandian ini. Kebiasaan itu berlanjut. Selalu menyempatkan diri untuk datang kembali setiap libur Idul Fitri.
Baginya, Karang Anyar menjadi pilihan yang tepat untuk liburan terjangkau. Jasa sewa pondok-pondok di sana, masih relatif normal.
“Harganya masih terjangkau. Paling naik seribu atau dua ribu saja, jadi tidak terlalu menguras isi kantong,” kata Tigor.
Dengan pengelolaan yang baik dan kesadaran akan pentingnya kelestarian alam, menurut Tigor, Karang Anyar dapat menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaat ekonomi bagi warga sekitar semakin terasa, begitu pula bagi pengunjung bisa merasakan sewaktu-waktu.
“Di tengah banyaknya daerah wisata, tradisi mengunjungi Karang Anyar saat Lebaran tetap terjaga. Ini menunjukkan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi dalam masyarakat. Namun, penting juga untuk menjaga kelestarian alam Karang Anyar agar tradisi ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang,” tutupnya.
Bagi Christine (27), pengunjung asal Kota Medan ini, Karang Anyar menjadi destinasi selanjutnya setelah mengunjungi Taman Hewan Pematangsiantar (THPS).
“Tadi tuh kita sudah dari Taman Hewan, cuma padat banget dan capek juga keliling di sana dalam kondisi cuaca panas. Terus kita berangkat deh ke PAS ini. Sambil menyegarkan diri di sini,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur Idul Fitri dengan mengunjungi destinasi wisata seperti Karang Anyar.
“Ayo nikmati wisata pemandian seperti PAS ini, untuk menghabiskan momen liburan Idul Fitri. Bersama keluarga dan orang terdekat merupakan salah satu cara terbaik untuk merajut kebersamaan,” katanya.
Melihat kelestarian alam di Karang Anyar yang masih terjaga, Christine berharap masyarakat sekitar dan pengunjung, menjaga ketertiban selama menikmati fasilitas di pemandian demi kenyamanan bersama.
“Selain itu jangan lupa untuk menjaga ketertiban selama menikmati wisata ini untuk kenyamanan bersama,” katanya.
Berkah Liburan Bagi Pengelola Parkir
Layaknya air mengalir yang segar di sana, semarak libur Idul Fitri di pemandian Karang Anyar, juga mengalirkan berkah bagi pengelola parkir. Sebagai juru parkir di sana, Tumpal Manik (37), mengaku pendapatannya meningkat pesat selama libur Idul Fitri.
“Idul Fitri kali ini membawa rezeki yang melimpah. Kalau hari biasa, tarif parkir sepeda motor Rp2 ribu, sekarang kami naikkan jadi Rp5 ribu. Walaupun naik, pengunjung tetap ramai,” ujarnya dengan senyum lebar.
Ia menuturkan, dirinya bisa mendapatkan Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per harinya, di hari biasa. Namun, beberapa hari terakhir, berkaitan suasana Idul Fitri, ia bisa dapat hingga Rp700 ribu per harinya.
Sebagai juru parkir, Tumpal selalu berinteraksi dengan pengunjung. Dari sinilah diketahui, pengunjung yang datang tidak hanya dari Simalungun dan Pematangsiantar, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Tebing Tinggi, Medan, bahkan Pekanbaru dan Aceh.
“Banyak pengunjung dari luar kota yang datang ke sini. Mereka saling bercerita tentang pengalaman mereka dan menikmati suasana Idul Fitri bersama di PAS ini,” ujarnya.
Adanya lonjakan pengunjung yang terlihat dari jumlah kendaraan yang datang, kata Tumpal, sedikit banyak memberi pengaruh positif kepada sejumlah pedagang di sana.
Bagi yang berencana menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga dan orang yang dicintai, jangan khawatir sampai di Karang Anyar. Di sana banyak dijumpai penjual makanan dan berbagai minuman. Harganya sangat ramah untuk kantung.(putra purba)