KORAN SIMANTAB
22 Januari 2026 | 21:34 WIB
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • KULINER
Beranda Sumut Siantar
Pendistribusian MBG ke salah satu sekolah di Kota Pematangsiantar.(Simantab/ist)

Pendistribusian MBG ke salah satu sekolah di Kota Pematangsiantar.(Simantab/ist)

Program MBG di Pematangsiantar Tercoreng: “Ayah, Makanannya Bau Aneh. Aku Tidak Berani Makan”

Mahadi Sitanggang Editor: Mahadi Sitanggang
25 September 2025 | 13:44 WIB
Topik: Siantar
0

“Banyak yang tidak dimakan. Bahkan ada satu guru yang akhirnya mengutip nasi sisa untuk dikasih ke ternak. Sayang sekali kalau mubazir.”

Pematangsiantar|Simantab – Harapan akan asupan gizi tambahan bagi pelajar melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pematangsiantar seketika sirna di SMA Negeri 1.

Alih-alih menjadi sumber energi untuk belajar, kotak makanan yang dibagikan justru menebar aroma tak sedap. Oleh para siswa disebut bau basi. Hal ini memicu kekecewaan dan pertanyaan besar tentang kualitas pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut.

MP (17) siswi sekolaj itu, membuka kotak makanan MBG dengan ekspektasi sederhana. Namun, yang ia temukan adalah nasi dingin, irisan timun berbau aneh, dan telur yang terlalu asin.

“Saya tetap makan sedikit karena lapar, tapi selebihnya sudah tidak sanggup. Beberapa kawan bahkan sama sekali enggan menyentuh makanannya, lebih memilih menahan lapar,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Pengakuannya mewakili suara ratusan siswa lainnya. Porsi nasi, telur, tempe, sayur kering, dan sebuah jeruk lebih banyak berakhir di tempat sampah daripada dimakan. Beberapa siswa bahkan tak berani menyentuhnya sama sekali.

“Aromanya menyengat begitu saya cium sebentar, mirip makanan basi. Saya langsung hilang selera dan meninggalkannya,” tambah MPi.

Suara Kritis Orang Tua

Kekecewaan tidak hanya bergaung di kalangan siswa, tetapi juga di antara orang tua yang semula menaruh harapan besar pada program ini. Fander Hutajulu, ayah dari seorang siswi kelas X, tidak bisa menyembunyikan amarahnya.

Baginya, insiden ini bukan sekadar kelalaian, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan yang mereka titipkan.

“Jujur saja, hati saya hancur mendengar cerita anak saya. Dia pulang ke rumah dan bercerita- Ayah, makanannya bau aneh, aku tidak berani makan.”

Bayangkan perasaan saya. Anak saya pergi ke sekolah untuk belajar, bukan untuk mempertaruhkan kesehatannya karena makanan yang diduga basi,” ujarnya dengan suara bergetar.

Fander menegaskan bahwa program ini awalnya disambut suka cita, tetapi kenyataan di lapangan berbanding terbalik.

“Program ini tujuannya sangat baik, kami sebagai orang tua tentu mendukung. Tapi kalau pelaksanaannya begini, ini bukan lagi soal gizi, tapi soal keamanan pangan,” katanya.

Ia mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab apabila anaknya sakit setelah mengonsumsi makanan itu, serta meragukan apakah pemerintah akan hadir untuk mengurusnya. Menurutnya, orang tua tidak butuh janji, melainkan tindakan nyata.

Lebih jauh, Fander menyoroti potensi masalah yang lebih besar di balik insiden ini, yakni kurangnya transparansi dan pengawasan. Ia mempertanyakan proses penunjukan penyedia makanan serta standar kontrol kualitas yang diterapkan.

“Pemerintah harus transparan. Siapa penyedianya? Apakah mereka punya rekam jejak yang baik dalam menyediakan katering skala besar? Bagaimana standar pengawasannya di dapur? Jangan-jangan ini hanya proyek bagi-bagi tanpa memikirkan dampaknya,” tegasnya.

Di akhir perbincangan, Fander menitipkan pesan kepada penanggung jawab program.

“Tolong, jangan main-main dengan kesehatan anak-anak kami. Jika memang belum siap, jangan dipaksakan. Perbaiki dulu sistemnya, pastikan setiap butir nasi yang masuk ke mulut anak-anak aman dan layak. Karena sekali kepercayaan kami hilang, akan sangat sulit membangunnya kembali,” ujarnya.

Sekolah di Posisi Dilematis

Pihak sekolah pun berada dalam posisi sulit. Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Marudut Sidebang, membenarkan keluhan massal tersebut. Dari total 1.236 porsi yang diterima, sebagian besar tidak tersentuh. Tumpukan makanan sisa menjadi bukti nyata kegagalan distribusi hari itu.

“Banyak yang tidak dimakan. Bahkan ada satu guru yang akhirnya mengutip nasi sisa untuk dikasih ke ternak. Sayang sekali kalau mubazir,” ujarnya.

Marudut menegaskan bahwa sekolah hanya penerima manfaat, namun tidak tinggal diam. Menurutnya, niat baik program ini bisa sia-sia jika kualitas diabaikan. Sebagai langkah tegas, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan MBG hingga Jumat (26/9/2025).

“Sampai hari Jumat pemberian makanan MBG dibatalkan. Ini dilakukan untuk memberi waktu bagi penyelenggara melakukan koreksi atas kendala yang terjadi,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, menu makanan disediakan oleh dapur SPPG di Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, yang baru beroperasi menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah.

Kontras dan Evaluasi

Sementara SMAN 1 dirundung masalah, situasi berbeda terjadi di SMK Trisakti Pematangsiantar. Lina Sinaga, seorang guru di sana, mengatakan bahwa program MBG berjalan tanpa keluhan berarti.

“Anak-anak di sini masih bisa menerima makanannya. Memang menunya sederhana, tapi sejauh ini tidak ada yang mengeluh basi atau berbau,” kata Lina.

Menurutnya, meski menu yang dibagikan tidak selalu sesuai selera, kualitas makanan relatif bisa diterima. Sebagian siswa bahkan merasa terbantu karena tidak perlu repot menyiapkan bekal dari rumah.

“Kami melihat anak-anak tetap memakannya. Malah ada yang bilang senang karena dapat tambahan gizi gratis setiap hari. Jadi sejauh ini program ini masih bermanfaat,” tambahnya.

Perbedaan mencolok ini mengindikasikan bahwa masalah tidak terletak pada konsep program, melainkan pada aspek teknis dari penyedia tertentu.

Menanggapi insiden ini, Koordinator BGN Kota Pematangsiantar, Dian Harahap, mengakui telah menerima laporan dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami terbuka dengan masukan. Yang jelas, standar makanan sehat dan bergizi harus dipenuhi. Tidak boleh ada toleransi terhadap makanan basi,” tegas Dian, Rabu (24/9/2025).

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat, mulai dari dapur penyedia hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Tujuan program ini adalah memastikan anak-anak mendapat asupan gizi yang layak. Kalau ada masalah seperti ini, harus segera diperbaiki supaya tidak terulang,” katanya.

Ujian Pertama Program MBG

Kasus di SMAN 1 Pematangsiantar menjadi peringatan keras. Program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi penanganan gizi dan keringanan beban ekonomi keluarga kini dihadapkan pada ujian pertama: memastikan kualitas dan keamanan.

Jika insiden bau basi ini tidak ditangani serius dan transparan, tujuan mulia program tersebut berisiko kandas. Lebih dari sekadar perut lapar, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan generasi penerus bangsa.(Putra Purba)

Tags: Makanan Bergizi GratisProgram MBGSMA N 1 Pematangsiantar
ShareTweetSendShareSendSharePinScanShare

Berita Terkait

Sekda Kabupaten Simalungun Mixnon Simamora dan tokoh Sumatera Utara JR Saragih menghadiri open house GKPS.(Simantab/rel)
Siantar

Sekda Simalungun Hadiri Open House GKPS dan Ajak Jemaat Dukung Pembangunan Daerah

Editor: Mahadi Sitanggang
22 Januari 2026 | 14:33 WIB

Sekda Simalungun menghadiri Open House GKPS di Pematangsiantar dan mengajak jemaat mendukung pembangunan daerah dengan semangat baru menuju Simalungun maju....

Read more
Ilustrasi kepala sekolah di salah satu SD Negeri.(Simantab/AI)
Siantar

24 SD Negeri dan 8 SMP Negeri di Pematangsiantar Masih Dipimpin Plt Kepala Sekolah

Editor: Mahadi Sitanggang
22 Januari 2026 | 13:01 WIB

Sebanyak 24 SD Negeri dan 8 SMP Negeri di Kota Pematangsiantar masih dipimpin Plt kepala sekolah akibat pensiun dan ketatnya...

Read more
Ilustrasi pendataan penerima dana bantuan sosial 2026.(Simantab/AI)
Siantar

Pendataan Bansos Disabilitas di Pematangsiantar Berjalan, Efektivitas Pengentasan Kemiskinan Dipertanyakan

Editor: Mahadi Sitanggang
20 Januari 2026 | 12:47 WIB

Pendataan bansos penyandang disabilitas di Pematangsiantar masih berlangsung pada 2026. Akurasi data dinilai krusial di tengah berakhirnya sejumlah program bantuan...

Read more
Puluhan orangtua siswa dan mahasiswa yang tergabung dalam "Masyarakat Peduli Pendidikan Sumatera Utara" menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang SMA Negeri 5 Pematangsiantar, di Jalan Medan Km 6.8, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (19/1/2026).(Simantab/Putra Purba)
Siantar

Di Tengah Sengketa Lahan dan Ancaman Keselamatan, Orangtua Murid SMAN 5 Pematangsiantar Desak Kepastian Relokasi

Editor: Mahadi Sitanggang
20 Januari 2026 | 12:37 WIB

Orangtua murid SMAN 5 Pematangsiantar bersama Masyarakat Peduli Pendidikan Sumatera Utara menggelar aksi menuntut kepastian relokasi sekolah yang berdiri di...

Read more

Berita Terbaru

Nasional

Hadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi, Bupati Simalungun Tekankan Standar Higienitas dan Keamanan Pangan

22 Januari 2026 | 16:29 WIB
Siantar

Sekda Simalungun Hadiri Open House GKPS dan Ajak Jemaat Dukung Pembangunan Daerah

22 Januari 2026 | 14:33 WIB
Siantar

24 SD Negeri dan 8 SMP Negeri di Pematangsiantar Masih Dipimpin Plt Kepala Sekolah

22 Januari 2026 | 13:01 WIB
wisata

Salbe Nauli, Cerita Pantai Sederhana yang Menjadi Pilihan Baru Wisata Keluarga

21 Januari 2026 | 11:26 WIB
Siantar

Pendataan Bansos Disabilitas di Pematangsiantar Berjalan, Efektivitas Pengentasan Kemiskinan Dipertanyakan

20 Januari 2026 | 12:47 WIB
Siantar

Di Tengah Sengketa Lahan dan Ancaman Keselamatan, Orangtua Murid SMAN 5 Pematangsiantar Desak Kepastian Relokasi

20 Januari 2026 | 12:37 WIB
Simalungun

Dana Desa Simalungun 2026 Dipangkas Rp51 Miliar, Pemerintah Nagori Diminta Perketat Prioritas

19 Januari 2026 | 18:53 WIB
Simalungun

Kejar Target Maret 2026, Pemkab Simalungun Percepat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih

19 Januari 2026 | 18:44 WIB
Ekonomi

Rial Iran Anjlok, Rp1 Juta Setara Puluhan Miliar di Negeri Mullah

15 Januari 2026 | 10:43 WIB
Nasional

KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Segera Lapor LHKPN 2025

15 Januari 2026 | 10:07 WIB
Simalungun

Harga CPO Tinggi, Petani Sawit Simalungun Masih Tertekan

15 Januari 2026 | 09:50 WIB
Simalungun

Pemkab Simalungun Benahi Sistem Pengelolaan Sampah dari Hilir hingga Hulu

13 Januari 2026 | 17:59 WIB

  • Kuki
  • Etika Perilaku
  • Hubungi Kami:
  • Karir
  • Layanan
  • Pedoman Siber
  • Peraturan Pers
  • Privasi
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita