
Waspada Super Flu H3N2 di Pematangsiantar, Dinas Kesehatan tekankan disiplin imunitas, penggunaan masker, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan influenza.
Pematangsiantar|Simantab – Merebaknya Super Flu H3N2 di sejumlah daerah memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Di tengah mobilitas penduduk yang tinggi serta cuaca yang tidak menentu, influenza yang menyerang saluran pernapasan ini dinilai berpotensi menular dengan cepat.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar menegaskan kondisi masih dalam batas terkendali selama kewaspadaan dan disiplin pencegahan terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Aktivitas pelayanan kesehatan di Kota Pematangsiantar hingga kini berjalan normal. Namun, Dinas Kesehatan tetap memperkuat pemantauan, edukasi, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan sebagai langkah antisipasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Misran Pais, mengatakan Super Flu H3N2 merupakan jenis influenza yang mudah menular, tetapi bukan penyakit baru dan tidak perlu disikapi dengan kepanikan berlebihan.
“Penularannya melalui droplet saat batuk atau bersin, terutama di ruang tertutup dan kerumunan. Kuncinya adalah kewaspadaan dan disiplin menjaga kesehatan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Menurut Misran, virus influenza seperti H3N2 akan lebih cepat menyebar jika perilaku hidup bersih dan sehat diabaikan. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah paling dasar, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
“Imunitas adalah benteng utama. Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, serta olahraga ringan secara rutin sangat membantu tubuh melawan infeksi. Gejala awal seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, atau kelelahan jangan dianggap sepele,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan masker, terutama bagi warga yang sedang mengalami gejala flu. Menurutnya, langkah sederhana tersebut efektif mencegah penularan di ruang publik maupun lingkungan keluarga.
“Jika sedang batuk atau pilek, sebaiknya memakai masker. Ini bentuk tanggung jawab sosial agar tidak menularkan ke orang lain,” katanya.
Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menghindari kontak dekat dengan orang sakit juga terus disosialisasikan.
Dari sisi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar terus berkoordinasi dengan puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Deteksi dini menjadi prioritas agar kasus influenza yang berpotensi mengarah ke H3N2 dapat segera ditangani.
“Kami meminta seluruh fasilitas kesehatan aktif memantau dan melaporkan kasus. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan oleh puskesmas,” ujar Misran.
Sementara itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sumarjaya, menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut super flu bukan virus baru dan tidak mematikan seperti Covid-19 maupun tuberkulosis.
“Virus ini sudah lama beredar dan mirip dengan flu musiman. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, gejala Super Flu H3N2 umumnya berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot, kelelahan berat, serta batuk hebat. Pada kelompok rentan, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak segera ditangani.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kesadaran bersama, kedisiplinan menjaga kesehatan, serta kesiapsiagaan layanan medis, risiko penyebaran Super Flu H3N2 diharapkan dapat ditekan.(Putra Purba)






