38,6% Rakyat Indonesia Setuju Presiden Tiga Periode

Jakarta, Persepsi rakyat Indonesia tentang periode jabatan presiden terus berkembang. Pada Desember 2021, Indikator merilis survey dimana 38,6% rakyat Indonesia setuju Presiden 3 periode.

Burhan Muhtadi dalam presentasinya menjelaskan bahwa pada survey bulan November 2021 bahwa 35,6% masyarakat menyetujui wacana jabatan Presiden untuk 3 periode.

Dan persetujuan masyarakat ini, meningkat kembali ketika survey dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sebanyak 38,6% masyarakat setuju.

Sedangkan pada bulan September 2021 hanya terdapat 23,9 masyarakat yang setuju dengan wacana Presiden 3 Periode ini. Sehingga persepsi masyarakat berubah sebanyak 15% selama 4 bulan.

Hasil survey dari Lembaga Survey Indikator ini dirilis pada hari Minggu, 9/1/2022 secara daring melalui akun social media resmi indikator.

Hasil survey ini, seiring dengan wacana yang dibangun oleh Sekretaris Jenderal Komunitas Jokowi – Prabowo (Jokpro) 2024, Timothy Ivan Triyono mengataan salah satu penyebab munculnya wacana masa jabatan presiden tiga periode karena tidak ada tokoh calon presiden (Capres) yang lebih baik dari sosok Presiden Joko Widodo saat ini.

Timothy menyebut Presiden Jokowi menjadi benchmark atau angka minimal bagi sosok capres yang akan maju, namun belum ada yang mampu menyamainya.

Oleh sebab itu, Timothy mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk kembali memimpin Indonesia pada periode selanjutnya.

Jangan sampai nanti di 2024 kita tidak bisa mencari pengganti Pak Jokowi atau penerus Pak Jokowi. Bagi kami, Pak Jokowi itu sudah membuat benchmark yang cukup tinggi untuk kepemimpinan di masa yang akan datang,”

Jokpro

Menurut Timothy, apabila sampai pada pilpres 2024 mendatang belum juga ditemukan tokoh yang menyamai Presiden Jokowi, maka Presiden Jokowi harus mau dicalonkan kembali oleh masyarakat menjadi presiden.

“Jadi, paling tidak Pak Jokowi ini sekarang jadi angka minimal ya. Jadi, kalau 2024 nanti, Pak Jokowi tidak bisa menunjuk ke luar, mencari pengganti atau penerusnya maka mau tidak mau saya harap Pak Jokowi menunjuk dirinya sendiri, menunjuk ke dalam,” kata Timothy.