IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun

Ardelia Zahwa Pembawa Baki di Istana Negara, Impian Sejak Kecil Jadi Kenyataan

Ardelia Muthia Zahwa, pelajar SMA Harapan 1 Medan, sejak kecil ternyata punya impian menjadi pengibar bendera merah putih di Istana Negara. (Foto: tangkapan layar IG)

Medan – Ardelia Muthia Zahwa, pelajar SMA Harapan 1 Medan, sejak kecil ternyata punya impian menjadi pengibar bendera merah putih di Istana Negara.

Tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Ke-76 RI, impian Ardelia Zahwa ini pun terwujud. Dia terpilih sebagai pembawa baki nasional saat upacara HUT RI di Istana Negara, Selasa, 17 Agustus 2021.

Nurmala Santi, sang ibunda mengungkap keinginan putrinya sebagai pembawa baki bendera berawal saat kecil telah terbiasa menyaksikan upacara bendera. Nurmala ternyata juga seorang paskibra.

“Dulu, saya membawa nama Kabupaten Simalungun di Sumut. Sedangkan Ardelia memulai sejak SD membawa bendera merah putih pada saat upacara 17-an di sekolahnya. Saat duduk di bangku SMP, ia juga jadi pengibar bendera,” tutur Nurmala ditemui Rabu, 18 Agustus 2021.

Ardelia Zahwa. (Foto: tangkapan layar IG)

Sebelum terpilihnya Ardelia, Nurmala menceritakan anaknya selalu menginginkan untuk bisa masuk paskibra di Istana Negara.

“Kami sebagai orang tua, dan anak sering cerita kalau lagi 17 Agustus bilang gini, enak ya Ma paskibra, bisa Mba (panggilan Ardelia di rumah-red) ke sana,” kenang Nurmala, seraya¬†memberikan motivasi dan semangat kepada sang putri.

Purnapaskibra Indonesia (PPI) tahun 1996 ini juga kerap memotivasi Ardelia dengan menceritakan beberapa kegiatan ayahnya Marsono di Istana Negara pada saat Ardelia masih kecil.

“Kalau Papanya kebetulan dinas di PTPN III BUMN, waktu itu Papanya ke istana sekitar tiga tahun lalu sebelum pandemi,” ujarnya.

Ardelia Zahwa di Istana Negara, Selasa, 17 Agustus 2021. (Foto: tangkapan layar IG)

Nurmala menuturkan, sebelum terpilih sebagai pembawa baki, Ardelia juga sempat menelpon dan meminta doa.

“Jadwal penentuan pembawa baki baru dikabari pada 17 Agustus pagi hari pukul 08.00 WIB. Malamnya sebelum terpilih itu, kami sempat video call. Ardelia minta didoakan supaya bisa bawa baki, karena saya sempat nanya siapa pembawa bakinya, tapi katanya belum ada sebab pagi harinya baru diumumin,” tuturnya.

Sebagai orang tua, kata Nurmala, tentu ingin cita-cita Ardelia dapat tercapai seperti yang diharapkannya.

“Pasti kami bangga dan terharu atas pencapaiannya ini. Sebagai orang tua, pesan saya ke Ardelia jangan tinggalkan salat, tetaplah jadi Ardelia yang dulu yang selalu sayang dan bangga dengan orang tua dan keluarga,” kata Nurmala. []

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.