Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

PGI Serukan Penghentian Serial Balas Dendam di Papua

Jakarta – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya.

Kabinda tertembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat melakukan patroli bersama Satgas TNI/Polri dan BIN untuk melihat situasi keamanan di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua pada pukul 15.50 WIT, Minggu (25/42021). 

PGI mengapresiasi upaya dan kerja keras almarhum Kabinda Papua yang memberanikan diri memantau secara langsung situasi keamanan di wilayah berbahaya tersebut. 

“PGI mendoakan agar keluarga almarhum memperoleh ketegaran dan dikuatkan Tuhan untuk menerima peristiwa tragis ini,” demikian pernyataan tertulis PGI seperti disampaikan humasnya Philip Situmorang kepada Simantab.com, Selasa (27/4/2021). 

BACA JUGA

Baca Juga:

AHY Hadiri Gelar Lukisan SBY

SBY: Saya Bukan/Belum Pelukis Profesional

Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan

Republikasi Ini Merupakan Wujud Dukungan Kantor Berita Simantab Kepada Korban Pelecehan Seksual

Dikatakan, peristiwa yang sudah terjadi ini sangat tidak dikehendaki oleh siapapun yang ingin melihat Papua menjadi tanah damai. 

Bukan sebaliknya, Papua menjadi tanah yang membara karena dendam, kebencian dan amarah, di mana nyawa manusia menjadi taruhan sia-sia. 

PGI juga menyampaikan dukacita atas berbagai peristiwa pembunuhan warga sipil yang terjadi di Intan Jaya dan Puncak, Papua beberapa waktu lalu sebelum kejadian gugurnya Kabinda Papua. 

Rangkaian peristiwa pembunuhan yang terkesan ‘saling membalas’ ini sungguh merusak citra manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. 

“Atas alasan apapun, baik Papua Merdeka ataupun NKRI Harga Mati, serial pembunuhan ini tak bisa ditolerir dan harus segera dihentikan karena sungguh bertentangan dengan prinsip-prinsip keadaban dan kemanusiaan,” tukas Philip. ()

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi