Bupati Simalungun Radiapo H Sinaga, Tanpa Gebrakan dan Prestasi?

Sebuah Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Radiapo H Sinaga Sebagai Bupati Simalungun

Simalungun, Miris, Sedih dan menyesakkan dada. Bupati Simalungun Radiapo H Sinaga yang mengantongi dukungan perkasa dari masyarakat Kabupaten Simalungun tidak mampu berbuat untuk Kabupaten Simalungun selama 1 tahun kepemimpinannya.

Radiapo H Sinaga, sebagai Bupati Simalungun hampir 1 tahun sudah memimpin Kabupaten Simalungun. Tidak ada hal yang bombastis yang dilakukannya selain daripada orasi yang menggebu gebu. Janji kampanye yang digaungkannya seakan hanyalah pepesan kosong untuk memenuhi persyaratan di KPUD.

Janji janji kampanye yang digaungkannya hanyalah sebuah retorika nir-implementasi. Jargon jargon Rakyat Harus Sejahtera seakan hilang ditelan waktu. Jargon tetaplah jargon. Dan tidak ada usaha dan niatnya untuk merealisasikannya.

Sebagai contoh, Program Kartu Sikerja yang digemborkannya hanyalah sebatas kartu. Bahkan Bupati Simalungun Radiapo H Sinaga sendiri tidak berniat untuk merealisasikannya. Minimal tergambar dari postur APBD yang diajukannya kepada DPRD tidak terdapat anggaran untuk Sikerja.

Terbaru ada usaha usaha pembodohan yang dilakukan oleh segelintir orang yang menyatakan bantuan pemerintah pusat yang dibagikan beberapa waktu lalu adalah implementasi Sikerja. Secara jujur hal tersebut sangat memalukan, seakan merestui sebuah pembodohan terhadap publik.

Jargon Proyek Tanpa Fee misalnya. Kenyataannya berbanding terbalik dengan jargon tersebut. Sangat masif terlihat adanya fee untuk pekerjaan pekerjaan yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun, Apakah Bupati Simalungun tidak mengetahui hal tersebut? Atau jangan jangan Bapak Radiapo H Sinaga, pura pura tidak tahu?

Yang lebih berbahaya adalah beredarnya pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten Simalungun yang dicurigai sebagai sebuah imbal balik dari sebuah keputusan paripurna di gedung seberang? Pokok pokok pikiran yang tersebar di masyarakat ini berupa daftar proyek serta nilai tendernya. Dan anehnya daftar tersebut diseertai dengan nama anggota DPRD disebelahnya.

Seorang pemborong bermarga turnip kepada simantab menyatakan bahwa nama anggota DPRD yang disebelah item pekerjaan dimaksud adalah pemilik dari proyek tersebut. Dan biasanya sang anggota DPRD akan mencucinya dengan memberikannya kepada kerabat atau koleganya.

Tentu saja kita berharap informasi tersebut adalah salah dan hoax. Namun sangat sulit menemukan bantahan terhadap realita bahwa ada imbal balik dari sebuah keputusan paripurna yang dihasilkan.

Delapan hari lagi, Radiapo H Sinaga (26/4/22) genap memimpin Kabupaten Simalungun selama 1 tahun. Apakah sudah ada janji kampanyenya yang berhasil dia realisasikan? Susah menemukan kritik kepada Radiapo H Sinaga karena kita tidak mengetahui juga apakah beliau bekerja. Namun setidaknya kita bisa lihat bahwa untuk urusan remeh temeh seperti pencetakan dokumen catatan sipil yang dijanjikan ditingkat kecamatanpun sampai dengan hari ini tidak terealisasi.

Satu tahun perjalanan kepemimpinan Radiapo H Sinaga sebagai Bupati Simalungun hendaklah menjadi sebuah tonggak kebangkitan bagi kesejahteraan rakyat. Jika masih mampu dan yakin akan berhasil mengejar ketertinggalan bersemangatlah. Namun jika memang sudah patah arang, mundur dan berhenti adalah sebuah pilihan logis.

Sikap dari Bupati Simalungun yang ragu ragu dan seakan memberikan angin surga jugalah yang membuat penyedia barang dan jasa yang mengantongi kontrak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Simalungun terombang ambing sampai sekarang.

Proyek MCK begitu biasa proyek tersebut disebut, sampai dengan hari ini terdapat 400 an paket lagi yang belum dibayar oleh Pemkab Simalungun dan anehnya Bupati Simalungun c.q. BPBD Kabupaten Simalungun juga tidak memutus kontrak pekerjaan tersebut.

MCK yang dibangun sudah kopak kapik digunakan oleh anak anak SD se Kabupaten Simalungun namun Pemerintah Kabupaten Simalungun belum juga memberikan kepastian hukum kepada penyedia barang/jasa tersebut.

Apakah Radiapo H Sinaga ingin dikenang sebagai Bupati Tuna Janji? Lewat tulisan ini, kita hanya mengingatkan Bupati Simalungun untuk berlaku menjadi Bapak dan bukan perampok seperti yang tersaji di akun sosial media tiktok beberapa waktu silam.

Selamat 1 tahun pak Bupati, Satu tahun sebagai pemimpin yang tuna janji.