KORAN SIMANTAB
11 Januari 2026 | 18:10 WIB
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • KULINER
Beranda Sumut Siantar
Aktivitas bongkar muat pupuk bersubsidi di gudang PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Jalan Mataram, Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.(Simantab/Putra Purba)

Aktivitas bongkar muat pupuk bersubsidi di gudang PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Jalan Mataram, Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.(Simantab/Putra Purba)

Harga Pupuk Turun, Petani Pematangsiantar Waspadai Peredaran Pupuk Oplosan

Mahadi Sitanggang Editor: Mahadi Sitanggang
27 Oktober 2025 | 13:33 WIB
Topik: Siantar
0

Harga pupuk bersubsidi turun 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Petani Pematangsiantar menyambut gembira, namun tetap waspada terhadap peredaran pupuk oplosan.

Pematangsiantar|Simantab – Setelah bertahun-tahun menghadapi tingginya biaya produksi, para petani kini sedikit lega. Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai 22 Oktober 2025. Bagi petani di Kota Pematangsiantar, kebijakan ini bukan sekadar angka, melainkan harapan baru di tengah ketidakpastian musim dan harga panen.

Suara Petani: Bertani Selalu Perjuangan
Herna Siallagan (50), anggota Kelompok Tani Matio di Kecamatan Siantar Marimbun, menyebut penurunan harga pupuk sebagai kabar gembira yang sudah lama ditunggu.

“Kami bisa tersenyum lebar. Harga pupuk turun, jadi bisa tanam lebih luas tanpa khawatir kekurangan modal,” ujarnya saat ditemui di lahan sawahnya, Sabtu (25/10/2025).

Namun di balik senyum itu, Herna mengaku perjuangan petani tidak mudah. Saat harga pupuk melonjak, mereka harus berhemat dan saling membantu sesama anggota kelompok tani.

“Kadang kami patungan beli pupuk. Kalau tak cukup, dosis dikurangi supaya semua kebagian,” katanya.

Ia juga pernah membuat pupuk organik cair dari limbah dapur dan kotoran ternak anaknya, meski hasilnya tidak sebaik pupuk pabrikan. “Namanya juga bertahan hidup. Kalau tidak kreatif, bisa rugi besar,” ujarnya.

Harapan dan Waspada
Herna berharap penurunan harga benar-benar dirasakan petani. “Dulu satu hektare habis lebih dari Rp500 ribu untuk pupuk. Sekarang bisa hemat sampai Rp100 ribu,” ungkapnya.

Penghematan itu, katanya, bisa dipakai membeli benih unggul atau membayar buruh tanam. Namun ia juga mengingatkan agar harga murah ini tidak memunculkan praktik pupuk oplosan.

“Biasanya kalau harga turun, mulai muncul pupuk palsu. Karungnya mirip, tapi isinya entah apa. Pemerintah harus awasi,” tegasnya.

Herna mengaku pernah tertipu dua tahun lalu saat membeli pupuk di kios tak resmi. “Warnanya mirip NPK, tapi setelah dipakai tanaman malah kering. Jangan sampai itu terulang,” pintanya.

Ketua Kelompok Tani: Harga Turun, Pengawasan Harus Ketat
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Marsiurupan, Kecamatan Siantar Marihat, Jekson Hutabarat. Ia menilai penurunan harga jangan sampai dimanfaatkan oknum yang bermain di distribusi.

“Yang penting harga benar-benar sampai ke kios dan petani. Kami siap ikut mengawasi,” ujarnya tegas.

Untuk mencegah kecurangan, kelompoknya kini membeli pupuk secara kolektif melalui koperasi tani. “Dulu kalau beli sendiri-sendiri, rawan ditipu. Sekarang semua lewat koperasi supaya lebih aman,” katanya.

Kementan: Efisiensi Tanpa Tambah Subsidi
Kementerian Pertanian menegaskan, penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk tidak menambah beban subsidi negara. Pemerintah melakukan efisiensi dengan memangkas rantai distribusi dan memperbaiki sistem industri pupuk nasional bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Daftar penurunan harga pupuk bersubsidi:

  1. Urea: dari Rp2.250 menjadi Rp1.800/kg
  2. NPK: dari Rp2.300 menjadi Rp1.840/kg
  3. NPK Kakao: dari Rp3.300 menjadi Rp2.640/kg
  4. ZA (khusus tebu): dari Rp1.700 menjadi Rp1.360/kg
  5. Pupuk organik: dari Rp800 menjadi Rp640/kg

Kebijakan ini berlaku nasional berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025.

DKPP: Siap Awasi Kualitas dan Sosialisasi Harga Baru
Pengawas Mutu Hasil Pertanian dari DKPP Kota Pematangsiantar, David Purba, memastikan alokasi pupuk subsidi tahun ini aman.

“Siantar mendapat urea 1.050 ton dan NPK 1.100 ton untuk enam kecamatan,” jelasnya, Jumat (24/10/2025).

Ia menyebut, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan turun langsung ke kelompok tani untuk sosialisasi harga baru dan mengawasi kualitas pupuk. DKPP juga menunggu surat resmi dari Dinas Pertanian Provinsi guna memperkuat sosialisasi HET baru dan mencegah peredaran pupuk oplosan.

Antara Syukur dan Kewaspadaan
David menegaskan, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada pengawasan bersama. “Pupuk harus benar-benar sampai ke petani yang berhak dan tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Bagi para petani, turunnya harga pupuk meringankan beban. Namun di balik rasa syukur, ada kewaspadaan baru. “Kami senang harga turun, tapi tolong pastikan pupuk yang kami beli benar-benar asli. Kami tanam bukan cuma padi, tapi masa depan keluarga,” kata Herna.

Kebijakan baik, kata mereka, harus dirasakan hingga ke akar rumput—ke tangan petani yang menanam kehidupan itu sendiri.(Putra Purba)

Tags: #Petani PematangsiantarHarga Pupuk TurunKementerian PertanianPupuk BersubsidiPupuk Oplosan
ShareTweetSendShareSendSharePinScanShare

Berita Terkait

Ilustasi foto dibuat oleh AI
Siantar

308 Gugatan Cerai Masuk ke Pengadilan Agama Pematangsiantar Sepanjang 2025

Editor: Mahadi Sitanggang
9 Januari 2026 | 08:55 WIB

Pengadilan Agama Pematangsiantar mencatat 308 gugatan perceraian sepanjang 2025, naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pematangsiantar|Simantab - Pengadilan Agama Kota...

Read more
Ilustrasi aksi debt collector mengangkut sepeda motor debitur.(Simantab/ai)
Siantar

Konflik Penagihan Utang Meningkat di Pematangsiantar, Polisi Ingatkan Bahaya Kekerasan

Editor: Mahadi Sitanggang
7 Januari 2026 | 10:11 WIB

Konflik penagihan utang kendaraan bermotor meningkat di Kota Pematangsiantar sepanjang 2025, polisi mengingatkan bahaya kekerasan dan mendorong penyelesaian sesuai hukum....

Read more
Genangan air akibat drainase tersumbat tampak di area lapak pedagang ayam potong Pasar Balerong eks Gedung IV Pasar Horas, Pematangsiantar. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena menghambat aktivitas jual beli dan menimbulkan bau menyengat. (Simantab/Putra Purba)
Siantar

Drainase Tersumbat, Aktivitas Pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar Terganggu

Editor: Mahadi Sitanggang
6 Januari 2026 | 21:39 WIB

Drainase tersumbat menyebabkan genangan air dan mengganggu aktivitas pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar. Pedagang berharap penanganan menyeluruh dari pengelola pasar....

Read more
Simantab/ai
Siantar

Waspada Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Pematangsiantar Tekankan Disiplin Imunitas dan Deteksi Dini

Editor: Mahadi Sitanggang
6 Januari 2026 | 21:20 WIB

Waspada Super Flu H3N2 di Pematangsiantar, Dinas Kesehatan tekankan disiplin imunitas, penggunaan masker, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan...

Read more

Berita Terbaru

Simalungun

Disdukcapil Simalungun Rekam KTP-el Lansia di Ruang Perawatan Rumah Sakit

9 Januari 2026 | 09:16 WIB
Siantar

308 Gugatan Cerai Masuk ke Pengadilan Agama Pematangsiantar Sepanjang 2025

9 Januari 2026 | 08:55 WIB
Siantar

Konflik Penagihan Utang Meningkat di Pematangsiantar, Polisi Ingatkan Bahaya Kekerasan

7 Januari 2026 | 10:11 WIB
Nasional

Pemerintah Meminta Warga Tetap Tenang, Virus Super Flu Tidak Berbahaya

7 Januari 2026 | 07:57 WIB
Siantar

Drainase Tersumbat, Aktivitas Pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar Terganggu

6 Januari 2026 | 21:39 WIB
Siantar

Waspada Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Pematangsiantar Tekankan Disiplin Imunitas dan Deteksi Dini

6 Januari 2026 | 21:20 WIB
Simalungun

DPMN Simalungun Temukan 13 BUMNag Bermasalah, Pemkab Perkuat Pembinaan

5 Januari 2026 | 15:06 WIB
Simalungun

UMK Simalungun 2026 Naik 8,5 Persen, Berlaku Mulai 1 Januari

5 Januari 2026 | 14:55 WIB
Nasional

Penebangan Mahoni di Jalan Asahan Simalungun Dipersoalkan, Rekomendasi PUTR Bukan Izin

21 Desember 2025 | 14:23 WIB
Siantar

Sepekan Operasional Terminal Tanjung Pinggir, Kepatuhan PO Masih Jadi Tantangan

21 Desember 2025 | 13:52 WIB
Simalungun

Pemkab Simalungun Dorong Kenaikan PBB 2026 untuk Menutup Penurunan Dana Pusat

21 Desember 2025 | 13:38 WIB
Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2025

18 Desember 2025 | 16:52 WIB

  • Kuki
  • Etika Perilaku
  • Hubungi Kami:
  • Karir
  • Layanan
  • Pedoman Siber
  • Peraturan Pers
  • Privasi
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita