Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Trump Tuding Pilpres AS Curang, Bursa Saham Eropa Rontok

Jakarta, simantab — Mayoritas indeks di bursa saham Eropa jatuh pada awal perdagangan hari ini, Rabu (4/11), karena tertekan rencana penolakan Donald Trump terhadap hasil perhitungan suara pemilihan presiden (Pilpres) AS. Indeks bursa saham Inggris, Milan, hingga Madrid semuanya berguguran.

Melansir AFP, indeks FTSE 100 London terkoreksi 0,5 persen ke level 5.757 pada hari ini. Penurunan saham bersamaan dengan melemahnya poundsterling Inggris terhadap dolar As sekitar minus 1 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi di indeks DAX 30 Frankfurt yang turun 1,7 persen ke level 11.878. Sementara indeks Paris CAC 40 jatuh 1 persen ke 4.760.

Begitu pula dengan indeks saham di Milan yang terkontraksi 1,5 persen dan Madrid yang terjun sekitar 2 persen. Kondisi ini sejalan dengan pelemahan euro Eropa sekitar 0,5 persen terhadap dolar AS.

Kepala Analis Pasar di Avatrade Naeem Aslam menilai runtuhnya indeks-indeks saham di bursa Eropa terjadi karena Trump berencana menolak hasil perhitungan suara di Pilpres AS yang ia anggap diliputi kecurangan. Bahkan, ia ingin menggugat hasil pilpres ke jalur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga:

Dakwaan Lengkap Yudi Pangaribuan

Terdakwa Kasus Penembakan Jurnalis Siantar Mara Salim Harahap

Ambarita, Youtuber Polisi Dimutasi

Sempat Viral, Ngotot Periksa HP Dan Dianggap Melanggar Privasi

“Pemilihan AS telah menjadi kacau. Kami melihat situasi mimpi buruk menjadi kenyataan karena sekarang kami berbicara tentang pertempuran hukum. Ketidakpastian ini akan membuat para pedagang gelisah,” ungkap Aslam.

Di sisi lain, pelemahan indeks saham juga terjadi di bursa Hong Kong. Pelemahan juga merespons Pilpres AS dan keputusan pemerintah China yang menangguhkan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Ant Group, raksasa teknologi Negeri Tirai Bambu.

Hal ini juga sempat merontokkan saham Alibaba sekitar 10 persen. Sebab, kedua perusahaan berada di grup yang sama milik Jack Ma.

Kondisi berbeda ada di deretan indeks saham China. Indeks Shanghai Composite justru tumbuh 0,19 persen ke level 3.277.

Sementara indeks Composite Shenzhen menguat 0,31 persen ke level 2.262. Namun, dolar AS menguat ketika Trump berencana menolak hasil Pilpres AS.


(uli/sfr)

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi