Jokowi Beber Alasan Tak Usah Mudik Lebaran

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan alasan pemerintah melarang mudik Idul Fitri tahun ini.

Menurut Jokowi sebagaimana disampaikan lewat akun Twitter @jokowi, bahwa persentase kasus aktif dan sembuh Covid-19 di Indonesia kini lebih baik, meski kasus kematian masih 2,7 persen, dibanding global 2,17 persen.

“Kendati penanganan Covid-19 di Tanah Air ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, hendaknya tidak mengendurkan kewaspadaan kita,” cuit Jokowi dilihat Simantab.com, Kamis (8/4/2021).

Dia mengatakan, belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti libur Idul Fitri tahun lalu dan libur panjang setelahnya yang diikuti lonjakan kasus harian, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi. 

“Salah satunya melalui kebijakan larangan mudik lebaran tahun ini,” tukasnya.

Baca juga:

Sebelumnya pemerintah sudah memutuskan pelarangan mudik tahun ini untuk mengantisipasi adanya peningkatan kasus Covid-19.

Dilansir dari detikcom, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Menteri PMK telah menetapkan larangan mudik dari 6 hingga 17 Mei 2021. 

Ilustrasi larangan mudik.

Kementerian Perhubungan akan menindaklanjuti hal tersebut tapi menunggu arahan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Satgas Covid.

“Oleh karenanya Kementerian Perhubungan secara konsisten akan menindaklanjuti secara lebih detail namun demikian kami menunggu arahan Pak Menko perekonomian dan Satgas Covid karena Satgas yang akan memberikan satu SE dan kami akan menindaklanjuti dalam PM,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Lima alasan pemerintah melarang mudik. Pertama, tingginya orang yang terpapar Covid-19 pada Januari lalu atau usai libur Natal dan Tahun Baru, bahkan lebih dari 100 orang nakes meninggal dunia.

Kedua, terjadi lonjakan drastis pada Januari dan Februari 2021. Ketiga, terjadi lonjakan dari tanggal ke tanggal. Keempat, menurut Menteri Kesehatan penduduk usia lansia beresiko sangat tinggi.

“Yang terakhir (kelima) apa yang disampaikan Pak Menko tadi negara maju pun sedang mengalami satu kenaikan yang sangat signifikan seperti USA, India dan beberapa negara Eropa,” terangnya.[]

Iklan RS Efarina