KORAN SIMANTAB
26 Januari 2026 | 21:31 WIB
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • KULINER
Beranda Nasional
Kucing merah kalimantan disebut kucing misterius karena sulit ditemukan.(simantab/ist)

Kucing merah kalimantan disebut kucing misterius karena sulit ditemukan.(simantab/ist)

Kucing Merah Kalimantan Muncul Kembali di Taman Nasional Kayan Mentarang setelah Dua Dekade

Mahadi Sitanggang Editor: Mahadi Sitanggang
2 Juni 2025 | 22:13 WIB
Topik: Nasional
0

Spesies ini sebelumnya hanya dua kali berhasil didokumentasikan. Yang pertama oleh naturalis asal Prancis, Pierre Pfeffer, pada 1957. Yang kedua oleh tim WWF dan peneliti Dave Augeri melalui kamera jebak pada 2003.

Kalimantan|Simantab – Setelah lebih dari 20 tahun tidak terpantau, seekor kucing merah Kalimantan (Catopuma badia) kembali tertangkap kamera di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Hewan langka ini terlihat berjalan melintasi batang pohon tumbang, dengan tubuh ramping dan ekor panjang berwarna cokelat kemerahan keemasan.

Rekaman tersebut diunggah oleh akun resmi Balai Taman Nasional Kayan Mentarang pada 20 Maret 2025. Ini menjadi kemunculan pertama spesies ini di TNKM sejak terakhir kali terpantau dua dekade silam.

Dalam arsip Balai TNKM, tercatat bahwa spesies ini sebelumnya hanya dua kali berhasil didokumentasikan. Yang pertama oleh naturalis asal Prancis, Pierre Pfeffer, pada 1957. Yang kedua oleh tim WWF dan peneliti Dave Augeri melalui kamera jebak pada 2003.

“Penampakan kali ini terekam melalui camera trap dan menjadi yang pertama sejak 2003,” kata Seno Pramudito, Kepala Balai TNKM.

Menurut Septian Adi Nugroho, staf teknis di Balai TNKM, penemuan tersebut berasal dari kamera yang dipasang pada tahun 2023 oleh dua petugas TNKM, Josua Wandry Nababan dan Novaldo Markus. Rekaman kemudian diunduh dan dianalisis pada 2024 sebelum akhirnya dipublikasikan ke publik pada Maret 2025.

“Pada 2021 dan 2022, kami juga telah melakukan patroli dan memasang kamera di lokasi sekitar temuan ini, tetapi hasilnya nihil. Baru pada 2023 individu ini berhasil terekam,” ujarnya, Sabtu (31/05/2025).

Sebagai tindak lanjut, TNKM berencana menambah jumlah kamera pengintai di sekitar lokasi penemuan untuk memperluas pemantauan.

Sosok Misterius dari Hutan Kalimantan

Kucing merah Kalimantan dijuluki sebagai salah satu spesies paling misterius di dunia karena sangat jarang terlihat dan minim informasi. Buku Wild Cats, terbitan IUCN, menyebut bahwa sebagian besar deskripsi tentang spesies ini hanya didasarkan pada kulit dan kerangka yang dikumpulkan pada akhir 1800-an, yang kini tersimpan di beberapa museum.

Data genetika kucing ini mulai dikumpulkan pada 1992, setelah seekor betina tertangkap di perbatasan Indonesia–Sarawak. Sayangnya, hewan tersebut meninggal tak lama kemudian dan tidak sempat diteliti secara menyeluruh. Observasi langsung terakhir terhadap spesies ini bahkan tercatat pada 1893.

Spesies ini memiliki dua variasi warna, yakni abu-abu dan merah, dengan warna merah lebih umum dijumpai. Salah satu ciri utamanya adalah ekor yang sangat panjang—sekitar 73 persen dari panjang tubuhnya. Dari spesimen yang ada, ekor kucing ini bisa mencapai 39 cm, sementara panjang tubuh (dari kepala hingga panggul) sekitar 53 cm.

Penampilannya menyerupai kucing emas Asia (Pardofelis temminckii) yang tersebar di Asia Tenggara, termasuk Sumatera, tetapi tidak ditemukan di Kalimantan. Studi genetik menunjukkan bahwa kedua spesies ini memiliki hubungan kekerabatan, namun telah berevolusi secara terpisah sejak sekitar 3,16 juta tahun lalu.

Sebuah penelitian pada 2007 mengungkap bahwa sebagian besar keberadaan kucing merah tercatat di area dekat sungai dan hutan bakau. Wilayah persebarannya mencakup Sarawak, Sabah, dan berbagai kawasan di Kalimantan, seperti lembah Danum, hulu Sungai Mahakam, Muara Rekut, dan Sungai Kunjung.

Berbeda dengan kucing emas Asia yang dapat beradaptasi dengan berbagai habitat, kucing merah lebih memilih hutan hujan tropis yang lebat dan tertutup. Oleh karena itu, mereka jauh lebih rentan terhadap ancaman kepunahan, terutama akibat deforestasi dan fragmentasi habitat.

Ancaman dan Harapan untuk Konservasi

Menurut catatan IUCN, meskipun kamera pengintai semakin sering merekam keberadaan kucing merah, jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan spesies lain seperti macan dahan. Estimasi konservatif menyebutkan bahwa kepadatan kucing merah hanya sekitar satu individu per 100 kilometer persegi, dengan populasi dewasa diperkirakan tidak lebih dari 2.200 ekor.

Kucing merah sangat bergantung pada hutan primer dan menunjukkan toleransi yang sangat rendah terhadap perubahan habitat. Mereka tidak dapat hidup di lahan terbuka, savana, maupun perkebunan sawit. Sayangnya, laju deforestasi di Kalimantan terus mengancam keberadaan habitat alami mereka.

Upaya konservasi harus difokuskan pada penelitian mendalam tentang ekologi, distribusi, pola makan, serta reproduksi kucing ini. Penguatan kawasan konservasi, pengendalian perambahan hutan, dan pelibatan masyarakat lokal dalam perlindungan satwa juga menjadi kunci penting.

Sebagai bioindikator kualitas ekosistem hutan tropis, keberadaan kucing merah menunjukkan betapa pentingnya menjaga keutuhan hutan Kalimantan. Jika kita ingin mempertahankan spesies langka ini di alam liar, langkah nyata dan kolaboratif harus segera dilakukan. Masa depan mereka bergantung pada tindakan kita hari ini.(*)

ShareTweetSendShareSendSharePinScanShare

Berita Terkait

Ilustrasi izin usaha dicabut di Sumatera tapi pekerjaan masih berlangsung.(Simantab/AI)
Nasional

Istana: Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Bisa Beroperasi Demi Lapangan Kerja

Editor: Mahadi Sitanggang
23 Januari 2026 | 11:38 WIB

Istana menyatakan perusahaan yang izinnya dicabut masih dapat beroperasi demi menjaga ekonomi dan lapangan kerja di Sumatera, sesuai arahan Presiden...

Read more
Ilustrasi perbandingan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan McDonald's.(Simantab/AI)
Nasional

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Segera Lampaui Produksi Harian McDonald’s

Editor: Mahadi Sitanggang
23 Januari 2026 | 11:11 WIB

Presiden Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis telah memproduksi 59,8 juta porsi per hari dan segera melampaui produksi harian McDonald’s,...

Read more
Foto bersama Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih dengan rombongan di depan kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balimbingan 2, Nagori Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kamis (22/1/2026).(Simantab/Putra Purba)
Nasional

Hadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi, Bupati Simalungun Tekankan Standar Higienitas dan Keamanan Pangan

Editor: Mahadi Sitanggang
22 Januari 2026 | 16:29 WIB

Bupati Simalungun menghadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi di Tanah Jawa dan menekankan pentingnya standar higienitas serta keamanan...

Read more
Kurs mata uang Rial Iran terhadap Rupiah.(Simantab/AI)
Ekonomi

Rial Iran Anjlok, Rp1 Juta Setara Puluhan Miliar di Negeri Mullah

Editor: Mahadi Sitanggang
15 Januari 2026 | 10:43 WIB

Nilai tukar rial Iran anjlok tajam terhadap dolar AS dan rupiah. Rp1 juta setara puluhan miliar rial, namun daya beli...

Read more

Berita Terbaru

Simalungun

Hewan Tertabrak di Girsang Dipastikan Bukan Harimau Sumatera, BBKSDA: Itu Macan Akar

26 Januari 2026 | 17:32 WIB
Simalungun

Penataan Kawasan Parapat, Bangunan di Bibir Danau Toba Diawasi Ketat

26 Januari 2026 | 16:51 WIB
Siantar

Kemenag Dorong Program Ayo Menikah di Tengah Kekhawatiran Ekonomi Generasi Muda

23 Januari 2026 | 17:40 WIB
Nasional

Istana: Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Bisa Beroperasi Demi Lapangan Kerja

23 Januari 2026 | 11:38 WIB
Nasional

Prabowo Sebut Program Makan Bergizi Gratis Segera Lampaui Produksi Harian McDonald’s

23 Januari 2026 | 11:11 WIB
Nasional

Hadiri Launching SPPG Makan Bergizi Gratis Ala Delphi, Bupati Simalungun Tekankan Standar Higienitas dan Keamanan Pangan

22 Januari 2026 | 16:29 WIB
Siantar

Sekda Simalungun Hadiri Open House GKPS dan Ajak Jemaat Dukung Pembangunan Daerah

22 Januari 2026 | 14:33 WIB
Siantar

24 SD Negeri dan 8 SMP Negeri di Pematangsiantar Masih Dipimpin Plt Kepala Sekolah

22 Januari 2026 | 13:01 WIB
wisata

Salbe Nauli, Cerita Pantai Sederhana yang Menjadi Pilihan Baru Wisata Keluarga

21 Januari 2026 | 11:26 WIB
Siantar

Pendataan Bansos Disabilitas di Pematangsiantar Berjalan, Efektivitas Pengentasan Kemiskinan Dipertanyakan

20 Januari 2026 | 12:47 WIB
Siantar

Di Tengah Sengketa Lahan dan Ancaman Keselamatan, Orangtua Murid SMAN 5 Pematangsiantar Desak Kepastian Relokasi

20 Januari 2026 | 12:37 WIB
Simalungun

Dana Desa Simalungun 2026 Dipangkas Rp51 Miliar, Pemerintah Nagori Diminta Perketat Prioritas

19 Januari 2026 | 18:53 WIB

  • Kuki
  • Etika Perilaku
  • Hubungi Kami:
  • Karir
  • Layanan
  • Pedoman Siber
  • Peraturan Pers
  • Privasi
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita