KORAN SIMANTAB
9 Januari 2026 | 18:25 WIB
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
KORAN SIMANTAB
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • KESEHATAN
  • KULINER
Beranda Sumut Siantar
Staf DKPP meninjau kondisi saluran irigasi di areal persawahan BP Nauli.(Simantab/Putra Purba)

Staf DKPP meninjau kondisi saluran irigasi di areal persawahan BP Nauli.(Simantab/Putra Purba)

Proyek Baru, Masalah Lama: Janji Ketahanan Pangan dan Irigasi Rapuh di Pematangsiantar

Mahadi Sitanggang Editor: Mahadi Sitanggang
21 Oktober 2025 | 12:56 WIB
Topik: Siantar
0

Proyek irigasi di Pematangsiantar retak sebelum digunakan. Publik soroti mutu pekerjaan, lemahnya pengawasan, dan ancaman pada ketahanan pangan.

Pematangsiantar|Simantab – Suara gemericik air di sawah BP Nauli terdengar tenang, tapi lantai irigasi di bawahnya retak sebelum sempat mengairi ladang. Beton yang baru dibangun pada awal Oktober 2025 itu kini mengelupas, menyisakan pertanyaan: di mana janji ketahanan pangan yang digembar-gemborkan Pemko Pematangsiantar?

Dua proyek jaringan irigasi lanjutan di kota ini tampak rapuh sebelum waktunya. Sementara pihak dinas memilih bungkam, publik mulai meragukan arah pembangunan pertanian Pematangsiantar.

Potret itu menjadi ironi di tengah semangat pemerintah kota memperkuat ketahanan pangan melalui rehabilitasi jaringan irigasi pada akhir tahun anggaran 2025.

Beton Retak, Pengawasan Lemah

Salah satu proyek, Pembangunan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani di Matio, Kecamatan Siantar Marimbun – dikerjakan CV TST dengan anggaran Rp198,9 juta menjadi sorotan.

Pantauan di lapangan, Selasa (21/10/2025), menunjukkan beton di beberapa titik kupak-kapik, padahal pekerjaan baru dimulai awal Oktober. Dugaan pun muncul soal campuran beton yang tak sesuai standar serta lemahnya pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas.

Kondisi serupa tampak di Bahkora II, Areal Persawahan Gorga Dusun Suka Selamat Kiri, Kelurahan BP Nauli. Proyek senilai Rp199 juta oleh CV Ganda Uli Marsinondang juga menyisakan masalah: plesteran mengelupas dan bekas galian belum tertimbun.

Bungkamnya Pejabat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung, enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut pihaknya sedang menelusuri laporan di lapangan.

“Proyek masih dalam masa pemeliharaan. Kami akan evaluasi hasil pekerjaan dan memanggil pihak rekanan untuk memperbaikinya sesuai kontrak,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, sepanjang 2025 total panjang irigasi yang direhabilitasi mencapai 3.952 meter, meningkat dari tahun sebelumnya 3.006 meter—angka ambisius, namun tak sejalan dengan kualitas di lapangan.

Soal dugaan kelalaian, Legianto menjawab diplomatis.

“Kalau nanti ditemukan kelalaian, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme. Tapi jangan buru-buru menuduh korupsi,” ujarnya.

Sementara PPK proyek, Juniar EL Tampubolon, tidak memberikan klarifikasi. Diamnya para pihak menimbulkan tanya: apakah proyek yang seharusnya mendukung petani justru membuka celah penyimpangan?

Suara Petani

Warga sekitar proyek di BP Nauli mengaku kecewa.

“Beton baru setahun, tapi sudah hancur di beberapa titik. Kalau air deras, bisa longsor ke sawah,” kata seorang petani yang enggan disebut namanya.

Ia menilai mutu pekerjaan buruk dan pengawasan lemah.

“Kalau proyek belum setahun sudah rusak, wajar publik menduga ada masalah. Petani yang rugi,” ujarnya.

Masalah Lama yang Tak Pernah Tuntas

Pengamat pertanian Roeskani Sinaga menilai kerusakan irigasi hanyalah puncak gunung es dari krisis tata kelola air pertanian.

“Kerusakan irigasi bukan hanya soal beton, tapi tata kelola air dan manajemen pertanian. Sekitar 60 persen jaringan irigasi belum dimanfaatkan optimal, sementara air digunakan boros,” ujarnya.

Ia menyebut lemahnya koordinasi antarinstansi memperburuk kondisi.

“Dulu urusan air dipegang Kementerian Pertanian dan PUPR, sekarang juga Kementerian Desa. Tapi koordinasinya masih tumpang-tindih,” katanya.

Menurutnya, hingga 2030 kebutuhan air untuk pertanian tetap tertinggi dibanding sektor lain.

“Air kita melimpah, tapi pemanfaatannya tidak efisien. Air tanah dan air hujan belum digarap maksimal,” tegasnya.

Roeskani mengingatkan, bila kondisi irigasi terus rusak sebelum dimanfaatkan, potensi konflik sosial bisa meningkat karena perebutan sumber air.

“Ketika pasokan tak seimbang dengan kebutuhan, muncul perebutan sumber daya. Itu sudah terasa di banyak daerah,” ujarnya.

Integritas Lebih Penting dari Infrastruktur

Di tengah sorotan publik, Pemko Pematangsiantar diharapkan tak sekadar berlindung di balik angka panjang rehabilitasi.

“Proyek seharusnya jadi momentum memperbaiki tata kelola air dan produktivitas petani, bukan sekadar serapan anggaran,” tegas Roeskani.

Ia menutup, “Pemerintah pusat sudah menyiapkan bimbingan teknis embung dan bangunan air. Tapi kalau di daerah pelaksanaannya tidak jujur, semua tinggal program di atas kertas.”

Kini, beton retak di Matio dan BP Nauli menjadi simbol rapuhnya komitmen terhadap ketahanan pangan kota. Air tetap mengalir, tetapi kepercayaan publik mulai mengering.(Putra Purba)

Tags: #Petani PematangsiantarDKPP Pematangsiantarinfrastruktur pertanianKetahanan Panganpematangsiantarproyek irigasi
ShareTweetSendShareSendSharePinScanShare

Berita Terkait

Ilustasi foto dibuat oleh AI
Siantar

308 Gugatan Cerai Masuk ke Pengadilan Agama Pematangsiantar Sepanjang 2025

Editor: Mahadi Sitanggang
9 Januari 2026 | 08:55 WIB

Pengadilan Agama Pematangsiantar mencatat 308 gugatan perceraian sepanjang 2025, naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pematangsiantar|Simantab - Pengadilan Agama Kota...

Read more
Ilustrasi aksi debt collector mengangkut sepeda motor debitur.(Simantab/ai)
Siantar

Konflik Penagihan Utang Meningkat di Pematangsiantar, Polisi Ingatkan Bahaya Kekerasan

Editor: Mahadi Sitanggang
7 Januari 2026 | 10:11 WIB

Konflik penagihan utang kendaraan bermotor meningkat di Kota Pematangsiantar sepanjang 2025, polisi mengingatkan bahaya kekerasan dan mendorong penyelesaian sesuai hukum....

Read more
Genangan air akibat drainase tersumbat tampak di area lapak pedagang ayam potong Pasar Balerong eks Gedung IV Pasar Horas, Pematangsiantar. Kondisi ini dikeluhkan pedagang karena menghambat aktivitas jual beli dan menimbulkan bau menyengat. (Simantab/Putra Purba)
Siantar

Drainase Tersumbat, Aktivitas Pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar Terganggu

Editor: Mahadi Sitanggang
6 Januari 2026 | 21:39 WIB

Drainase tersumbat menyebabkan genangan air dan mengganggu aktivitas pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar. Pedagang berharap penanganan menyeluruh dari pengelola pasar....

Read more
Simantab/ai
Siantar

Waspada Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Pematangsiantar Tekankan Disiplin Imunitas dan Deteksi Dini

Editor: Mahadi Sitanggang
6 Januari 2026 | 21:20 WIB

Waspada Super Flu H3N2 di Pematangsiantar, Dinas Kesehatan tekankan disiplin imunitas, penggunaan masker, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan...

Read more

Berita Terbaru

Simalungun

Disdukcapil Simalungun Rekam KTP-el Lansia di Ruang Perawatan Rumah Sakit

9 Januari 2026 | 09:16 WIB
Siantar

308 Gugatan Cerai Masuk ke Pengadilan Agama Pematangsiantar Sepanjang 2025

9 Januari 2026 | 08:55 WIB
Siantar

Konflik Penagihan Utang Meningkat di Pematangsiantar, Polisi Ingatkan Bahaya Kekerasan

7 Januari 2026 | 10:11 WIB
Nasional

Pemerintah Meminta Warga Tetap Tenang, Virus Super Flu Tidak Berbahaya

7 Januari 2026 | 07:57 WIB
Siantar

Drainase Tersumbat, Aktivitas Pedagang di Pasar Balerong Pematangsiantar Terganggu

6 Januari 2026 | 21:39 WIB
Siantar

Waspada Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Pematangsiantar Tekankan Disiplin Imunitas dan Deteksi Dini

6 Januari 2026 | 21:20 WIB
Simalungun

DPMN Simalungun Temukan 13 BUMNag Bermasalah, Pemkab Perkuat Pembinaan

5 Januari 2026 | 15:06 WIB
Simalungun

UMK Simalungun 2026 Naik 8,5 Persen, Berlaku Mulai 1 Januari

5 Januari 2026 | 14:55 WIB
Nasional

Penebangan Mahoni di Jalan Asahan Simalungun Dipersoalkan, Rekomendasi PUTR Bukan Izin

21 Desember 2025 | 14:23 WIB
Siantar

Sepekan Operasional Terminal Tanjung Pinggir, Kepatuhan PO Masih Jadi Tantangan

21 Desember 2025 | 13:52 WIB
Simalungun

Pemkab Simalungun Dorong Kenaikan PBB 2026 untuk Menutup Penurunan Dana Pusat

21 Desember 2025 | 13:38 WIB
Simalungun

Pemkab Simalungun Kembali Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2025

18 Desember 2025 | 16:52 WIB

  • Kuki
  • Etika Perilaku
  • Hubungi Kami:
  • Karir
  • Layanan
  • Pedoman Siber
  • Peraturan Pers
  • Privasi
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita

  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot thailand
  • slot gacor
  • slot gacor hari ini
  • slot gacor
  • slot pulsa
  • slot gacor
  • slot gacor
  • slot gacor
No Result
View All Result
  • Home
  • Live TV
  • Headline
  • Nasional
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sejarah
    • Teknologi
  • Sumut
    • Asahan Batu Bara
    • Binjai – Langkat
    • Dairi
    • Danau Toba
    • Deli Serdang
    • Karo
    • Labuhan Batu Raya
    • Medan
    • Siantar
    • Simalungun
    • Tabagsel
  • Wisata
  • Dunia
  • Sehat
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Adventorial
  • Login

© 2025
PT SIMALUNGUN MANTAB INDONESIA
(PT. SIMANTAB INDONESIA) .
Jalan Ahmad Yani No. 97 Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba berita