IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
Dunia  

Terancam Kelaparan, Kim Jong Un Suruh Warganya Makan Angsa Hitam

Simantab, Online – Krisis pangan melanda Korea Utara. Pemerintah Korea Utara sedang mengupayakan bahan makanan alternatif untuk mengatasi krisis tersebut. 

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un bahkan menginstruksikan warganya untuk mengurangi makan. Dia juga mulai mengajak masyarakatnya untuk membiasakan diri dengan bahan makanan alternatif seperti angsa hitam.

Angsa hitam sebelumnya sering dianggap sebagai hewan hias. Dan sosialisasi untuk memakan angsa hitam ini gencar dilakukan oleh media media Korea Utara.

Seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia yang mengangkat statement sebuah koran yang dikendalikan oleh Pemerintah Korea Utara.

“Daging angsa hitam enak dan memiliki manfaat dalam pengobatan,” bunyi laporan surat kabar partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, Senin (25/10). Korea Utara sampai dengan sekarang masih menutup dirinya dari pergaulan internasional. Korea Utara masih terus berkutat dengan nuklir dan penelitian dibidang militernya namun masih abai kepada persoalan ekonomi masyarakatnya.

Pemerintah Korea Utara juga sudah melakukan riset untuk menjadikan angsa hitam sebagai sebuah alternatif bahan makanan bagi warganya.

Korea Utara adalah sebuah negara komunis yang saat ini sedang mendapatkan embargo ekonomi dari Amerika Serikat sehubungan dengan uji coba rudal balistik yang mereka lakukan.

Korea Utara yang bertetangga dengan Korea Selatan juga mengalami perbedaan tingkat ekonomi yang mencolok. Dimane ekonomi Korea Selatan yang berbentuk republik dan menganut sistem ekonomi terbuka jauh lebih baik daripada Korea Utara.

Baca artikel CNN Indonesia “Krisis Pangan, Kim Jong-un Suruh Warga Makan Angsa Hitam” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20211029134908-113-714063/krisis-pangan-kim-jong-un-suruh-warga-makan-angsa-hitam.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.