Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Jokowi Tak Sampaikan Duka terhadap Rakyat yang Meninggal Karena Covid

Mardani Ali Sera. (Foto: tangkapan layar IG)

Jakarta – Dalam pidato kenegaraan di DPR dan MPR, Presiden Jokowi tak menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap rakyat Indonesia yang meninggal karena Covid-19.

Hal itu kemudian dikritik oleh anggota DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera lewat akun Twitter, Senin, 16 Agustus 2021.

“Amat disayangkan Pak Jokowi absen mengucapkan duka atas ratusan ribu rakyat yang meninggal akibat Covid 19 dalam pidato kenegaraannya,” cuit Mardani.

“Mengingat banyaknya masyarakat yang kehilangan baik keluarga, sanak saudara, serta gugurnya para pejuang tenaga kesehatan di tengah pandemi ini,” tulisnya.

Sesuai data dari Kementerian Kesehatan hingga 16 Agustus 2021, tercatat sebanyak 188.833 orang meninggal dunia di Indonesia akibat serangan virus yang bermula dari Wuhan, China itu.

Baca Juga:

Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan

Republikasi Ini Merupakan Wujud Dukungan Kantor Berita Simantab Kepada Korban Pelecehan Seksual

Novel Baswedan Cs Resmi Dipecat Dari KPK

57 Pegawai KPK Tidak Lulus TWK Dipecat 31 September 2021

Dari jumlah tersebut, untuk per tanggal 16 Agustus 2021 saja, sebanyak 1.245 orang dinyatakan meninggal karena covid.

Sebelumnya dalam pidato kenegaraannya, Jokowi di hadapan sidang wakil rakyat menyatakan, krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api.

“Kalau bisa, kita hindari. Tetapi, jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi,” katanya.

Pandemi itu kata Jokowi, menyakitkan. Tetapi sekaligus juga menguatkan. “Kita ingin pandemi ini menerangi kita untuk mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri, dalam menghadapi tantangan masa depan,” tukasnya.

Seharusnya Anda Tau

Mau Kemana Kabupaten Simalungun

Sense Of Crisis Radiapo H Sinaga, Cs NOL BESAR

Ssemua pilar kehidupan kita kata dia, diuji, semua pilar kekuatan diasah. “Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah,” katanya.

Dikatakan, pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah.

“Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya,” tandasnya.[]

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi