Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Anggota DPR dari NasDem Ditangkap KPK, Kopel: Segera Berhentikan

Hasan Aminuddin.

Jakarta – Lagi- lagi anggota DPR kena OTT KPK. Hasan Aminuddin, Wakil Ketua Komisi IV dari Partai NasDem ditangkap KPK pada 30 Agustus 2021. Memalukan dan tentu semakin menguatkan bahwa DPR adalah lembaga terkorup.

Peristiwa ini menambah deretan anggota DPR yang terlibat kasus korupsi. Sebelumnya, masih hangat, ada Azis Syamsuddin yang disebut KPK sebagai orang yang terlibat memfasilitasi penghentian kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. 

“Kejadian ini tentu menguatkan bahwa DPR selama ini memang tidak pernah berbenah dan slogan anti korupsi hanya lip service. Sekarang publik menunggu apa langkah cepat ketua DPR, Puan Maharani, dalam menyikapi hal ini. Dan apa langkah jangka panjang guna membangun kembali marwah DPR yang semakin terpuruk,” kata  Direktur KOPEL Indonesia Anwar Razak, Kamis (31/8/2021).

Demi menunjukkan bahwa DPR masih punya itikad baik untuk berbenah, maka KOPEL Indonesia kata Anwar, mendesak proses pemberhentian secara tidak terhormat sesuai kode etik DPR dan  PAW Hasan Aminuddin segera diproses. 

Langkah taktis pemberhentian sebagai kader yang diambil Fraksi NasDem seharusnya bersambut cepat dengan pemberian sanksi dan proses PAW. 

Baca Juga:

Bupati Batubara IR. H. Zahir M.AP Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

Satu Satunya Bupati Dari Sumatera Utara Yang Meraih Penghargaan

Kapolri Ingatkan Kapolda, Kapolres Hingga Kapolsek: Jadilah Teladan Bagi Anggota

Penurunan Citra Kepolisian Karena Perilaku Anggota Kepolisian

Kemendikbudristek Selenggarakan Festival Musik Tradisional Indonesia Di Danau Toba

Nadiem Makarim: Tingkat Keindahan Budaya Danau Toba Sama Dengan Keindahan Alamnya

Selain itu tentu juga posisi kasus Azis Syamsuddin tidak boleh disepelekan. Pengaduan ke Mahkamah Kehormatan seharusnya disikapi dengan mendorong MKD untuk melakukan investigasi pelanggaran kode etik. “Tidak justru terkesan melindungi,” pungkasnya. [] 

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi