
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem di Sumatera Utara akibat Bibit Siklon Tropis 91S, dengan ancaman hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Pematangsiantar|Simantab – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada periode 7 hingga 10 Januari 2026, dipicu kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu.
Kepala Stasiun Klimatologi Sumatra Utara, Wahyudin, menyampaikan bahwa keberadaan bibit siklon tersebut meningkatkan dinamika atmosfer di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Dampaknya tidak hanya terjadi di daratan, tetapi juga di wilayah perairan.
“Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat dan timur Kepulauan Nias, serta perairan Kepulauan Batu,” kata Wahyudin saat dikonfirmasi, kemarin.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya nelayan tradisional. Perahu nelayan dinilai mulai berbahaya ketika kecepatan angin mencapai 15 knot disertai gelombang setinggi 1,25 meter. Sementara kapal tongkang dan kapal besar berisiko tinggi jika angin bertiup 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter atau lebih.
Baca Juga : Kemarau Basah Melanda Indonesia
BMKG juga mencatat adanya anomali pola angin. Wilayah Indonesia bagian utara umumnya dipengaruhi angin dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6 hingga 25 knot, sedangkan wilayah selatan didominasi angin barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara serta Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
“Kondisi ini diperparah dengan sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang memicu daerah konvergensi dan belokan angin di Sumatera Utara. Ditambah suhu muka laut yang hangat dan atmosfer yang labil, potensi pembentukan awan hujan menjadi sangat tinggi,” ujar Wahyudin.
BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah yang masuk dalam kewaspadaan antara lain Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Langkat, Deli Serdang, Karo, Samosir, wilayah pesisir, serta Kepulauan Nias. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan, banjir lokal, dan tanah longsor di wilayah rawan.
Baca Juga : BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Desember, Dinas Pertanian Simalungun Gelar Mitigasi Cegah Gagal Panen
Sejalan dengan peringatan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S dan 93S berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia.
“Bibit Siklon Tropis 91S dan 93S dapat meningkatkan curah hujan, angin kencang, serta tinggi gelombang laut dengan dampak yang bisa meluas,” ujar Abdul saat dikonfirmasi, pekan lalu.
Ia menambahkan, Bibit Siklon Tropis 91S berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Sementara Bibit Siklon Tropis 93S di selatan Pulau Sumba berpotensi memicu cuaca ekstrem di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, hingga Maluku.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan, antara lain dengan memangkas pohon rawan tumbang, memastikan kondisi bangunan, serta menyiapkan tas siaga bencana untuk mengurangi risiko dan dampak cuaca ekstrem.(Putra Purba)






