Esron Sinaga Suruh Polisi Selidiki Jukir Liar, DPRD Siantar: Kadis Konyol

Siantar – Belum lama ini Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Siantar Esron Sinaga lewat pernyataan media meminta kepolisian menyelidiki juru parkir liar yang semakin marak. 

Pernyataan Esron pun dikritik Sekretaris Komisi III DPRD Kota Siantar Daud Simanjuntak.

“Kadishub jangan buang badan dalam hal tersebut, dengan pernyataan dishub yang mengatakan kalau ada parkir liar biar ditangkap polisi,” ujar Daud ditemui, Selasa (8/6/2021) siang.

Menurut politisi Partai Golkar itu, pernyataan Esron bukan narasi seorang kepala dinas. 

Apalagi sampai menyuruh Polres Siantar mengusut jukir liar, tapi dishub sendiri tidak langsung turun tangan.

“Seharusnya pihak dishub mengajak kerja sama. Bukan langsung menyuruh Polres sendiri dalam memproses penyelidikan benar tidak adanya informasi jukir liar yang semakin marak di Siantar,” ungkap dia.

Daud sendiri mengakui, informasi parkir liar di Siantar sudah mulai berkembang. Terutama di kalangan masyarakat. Kehadiran jukir liar mengganggu kenyamanan.

BACA JUGA

Dia menegaskan bahwa parkir dan jukir liar termasuk jenis pemalakan. Hanya saja caranya diperhalus, namun sifatnya tetap meresahkan masyarakat, terutama saat malam hari.

“Harusnya pengutipan retribusi parkir bertujuan untuk menambah pendapatan daerah. Meskipun demikian pengutipannya harus dilakukan dengan tata cara yang berlaku,” terangnya. 

Daud berharap masalah parkir dan jukir liar diperhatikan Pemerintah Kota Siantar. Pemko diminta hadir jika warga sudah mengeluh dan resah. 

“Pihak dishub harus lebih agresif menindaklanjuti informasi tersebut, apakah benar atau tidak. Jadi jangan buang badan. Maaf ya kalau kami di pihak swasta itu sudah SP-3,” jelasnya.

Seorang kepala dinas, sambung Daud, sudah masuk jajaran top manajemen di pemerintah kota. Harus kaya inovasi, kreativitas, dan jangan hanya mengandalkan perintah atasan.

“Kepala dinas itu sudah setara dengan general manager dan bukan manajer lagi. Jadi jangan buang badan dan mengatakan ditangkap, itu jawaban konyol,” tandasnya, seraya berharap jangan ada lagi kepala dinas berkata seperti Esron Sinaga. (Man2)

Iklan RS Efarina