Lisa, Gerakan Sosial atau Sebatas Jargon

Pematang Siantar, dr. Susanti Dewayani, Sp. A sudah dilantik sebagai Plt. Walikota Pematang Siantar. Sebuah kondisi terjadi pasca meninggalnya walikota terpilih Ir. Asner Silalahi. Sehingga pelantikan yang seyogianya berpasangan tersebut, hanya melantik dokter susanti sebagai wakil walikota.

Tentu saja sebagai kandidat yang berpasangan maka visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat Kota Pematang Siantar pada pilkada 2020 silam adalah hasil pemikiran bersama antara Asner Silalahi dan Dokter Susanti. Sehingga kepergian dari Asner Silalahi tidaklah menjadi kendala dalam penuntasan visi misinya.

Namun sebagai pejabat publik yang baru menjalankan tugasnya tentu diperlukan waktu untuk adaptasi. Masa adaptasi ini seringkali pejabat publik terlihat gagap dan mengandalkan spontanitas.

Dokter Susanti diminggu minggu pertama pemerintahannya mengusung tagline: “Lisa”, Lihat Sampah Ambil. Tagline yang saya yakin timbul dalam tata cara berfikir instan. TaglineLisa” ini juga tidak terekam dalam dokumen visi misi Asner – Susanti.

Pemimpin yang baru dilantik sering terpengaruh dengan tuntutan akan adanya gebrakan gebrakan.

Secara jujur dari sisi marketing maka “Lisa” (Lihat Sampah Ambil) ini sudah berhasil menggiring perilaku masyarakat sebagai sebuah gerakan sosial. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ada perubahan tingkat kebersihan di level lingkungan, kelurahan dan kecamatan di Kota Pematang Siantar?

Gerakan sosial “Lisa” ini menurut pengamatan simantab, belum berhasil menjadi sebuah trensetter atau sebuah budaya baru bagi masyarakat Pematang Siantar. Bahkan jika boleh jujur, lebih banyak spanduk yang bercerita tentang “Lisa” daripada individu yang mengutip sampah secara sukarela.

Lisa” sebagai gerakan sosial harus diterapkan dengan sejumlah fasilitas seperti bonus kejutan bagi yang terlihat mengutip sampah secara sukarela misalnya, atau menerapkannya dalam bentuk lomba kebersihan ditingkat lingkungan dan banyak ide lain yang bisa digali dari penerapan lisa, lihat sampah ambil ala Dokter Susanti.

Dan teruslah bersemangat ibu Walikota Pematang Siantar dan teruslah curahkan ide ide yang lebih bernas dimasa yang akan datang.