Menteri Sandiaga Uno: Siantar Bisa Gelar Festival Roti Nasional

Siantar – Salah satu bentuk dukungan Kota Pematangsiantar untuk pengembangan pariwisata Danau Toba, diantaranya bisa menggelar berbagai event yang berskala nasional sebelum kemudian nanti skala internasional.

Hal itu dicetuskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat menjawab pertanyaan mahasiswa Pascasarjana Universitas Simalungun (USI) Pematangsiantar dalam kuliah umum yang digelar secara daring pada Rabu (21/4/2021).

“Karena kita lihat kekuatan kuliner, event yang bisa kita kemas di Pematangsiantar ini yang berkaitan dengan kuliner. Jadi misalnya festival roti dunia atau roti nasional. Dari situ kita bisa lihat roti ganda atau bikin festival andaliman,” kata Sandi.

Menurut dia, kuliner-kuliner lokal di Kota Pematangsiantar sangat banyak dan saat ada festival digelar bisa mengundang para chef paling terkenal untuk tampil.

Dengan begitu, sambung Sandiaga, Kota Pematangsiantar memiliki calender of event dari segi ekonomi kreatif.

“Karena Pematangsiantar itu mendukung pariwisata yang ada di seputaran Danau Toba. Saya yakin Pematangsiantar sangat berpotensi ke depannya,” tuturnya.

Sebelumnya  Sandiaga memaparkan highlight dukungan pengembangan pariwisata di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, yakni optimalisasi pengembangan jalan tol menuju Danau Toba.

Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dengan panjang jalan 61, 80 Km selesai pada 2018 lalu, Seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) telah dioperasionalkan sejak Oktober 2017 dan Seki 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) telah dioperasionalkan sejak Agustus  2018 dan Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) beroperasi April 2019.

Jalan tol ini sangat mempersingkat flat waktu tempuh Medan-Tebing Tinggi 2-3 jam menjadi hanya sekitar satu jam.

BACA JUGA

Kapolri: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kisruh Buku Kamus Sejarah Indonesia Menjadi Panggung Politik 

Pembangunan ruas tol Kuala Tanjung- Tebing Tinggi-Pematangsiantar-Parapat sepanjang 143 Km memiliki nilai investasi Rp 13,4 triliun dan tol Trans Sumatra diharapkan mampu mendorong pengembangan wilayah Sumatra dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei  dan KSPN Danau Toba sebagai destinasi wisata yang diprioritaskan. 

Kemudian optimalisasi pengembangan aksesibilitas Kawasan Danau Toba, dimana pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat telah menggelontorkan anggaran sampai Rp 544 miliar untuk membangun pelabuhan penyeberangan di delapan lokasi pelabuhan utama di Kawasan Danau Toba.

Proyek yang dibangun itu adalah di Ajibata, Ambarita, Simanindo, Tigaras, Muara, Balige, Tongging dan Marbun Toruan senilai Rp 428 miliar. Sedangkan untuk pembangunan kapal penyeberangan Ro-Ro sebanyak tiga unit, yakni KMP Ihan Batak, KMP Pora-pora, KMP Kaldera Toba, dan dua unit bus air (KMP Asa-asa dan KMPM Jurung-jurung).

Optimalisasi pengembangan moda transportasi Kawasan Danau Toba, yakni sejak desember 2018 Damri Cabang Medan membuka trayek baru dari Bandara Silangit, Taput dan Kementerian Perhubungan dengan PT KAI membangun infrastruktur lintasan kereta api dari Kota Medan menuju Parapat, Kabupaten Simalungun sejak 2019.()

Iklan RS Efarina