Walikota Pematangsiantar berinisiatif membuat pasar murah yang bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Pematangsiantar|Simantab – Usai dilantik Pesiden Prabowo, pasangan Walikota Pematangsiantar Wesly-Herlina, berinisiatif menyiapkan pasar murah dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025.
Langkah ini diumumkan dalam Rapat Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Program 100 Hari yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Junaedi Sitanggang, Senin (24/02/2025).
Gebrakan pasar murah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Selain itu, sidak pasar juga akan dilakukan untuk memantau ketersediaan pasokan dan memastikan harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil serta tidak terjadi penimbunan oleh pedagang.
Wakil Walikota Pematangsiantar, Herlina yang memimpin rapat tersebut, menekankan pentingnya kerjasama sinergis antara seluruh anggota TPID.
Ia mengajak semua pihak terkait untuk bersama-sama mengimplementasikan strategi yang efektif dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang baik.

“Selaras dengan motto Kota Pematangsiantar, “Sapangambei Manoktok Hitei,” yang berarti gotong royong untuk mencapai tujuan mulia, yaitu terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga inflasi pada rentang sasaran, berupaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan kemandirian dengan swasembada pangan,” kata Herlina.
Herlina melanjutkan, angka inflasi di Kota Pematangsiantar tercatat berada di angka 2,86% sepanjang tahun 2024, dengan catatan berada di rentang sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1%.
Selain pasar murah dan sidak pasar, Herlina juga menyampaikan 13 program prioritas yang akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja pertama pemerintahan Wesly Silalahi dan Herlina.
Program-program tersebut merupakan bagian dari visi “Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras” (CS Keras) yang diusung oleh pasangan kepala daerah ini. Beberapa program unggulan antara lain:
1.Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) untuk mewujudkan Universitas Negeri di Pematangsiantar.
2.Revitalisasi dan pemaksimalan penggunaan Stadion Sangnawaluh sebagai pusat kegiatan olahraga dan rekreasi.
3.Optimalisasi pemanfaatan Terminal Tanjung Pinggir sebagai pusat transportasi dan perdagangan.
4.Penataan dan pengaturan odong-odong, kendaraan wisata khas Pematangsiantar, agar lebih tertib dan aman.
5.Peningkatan ketahanan pangan melalui kerjasama antar daerah.
6.Peningkatan kualitas pola asuh anak.
7.Pembentukan pusat pengaduan masyarakat (call center) untuk menampung aspirasi dan keluhan warga.
8.Pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.
9.Penyelenggaraan Festival Bah Bolon sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata daerah.
10.Pemberian apresiasi kepada masyarakat yang berprestasi dan kreatif.
11.Peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui gerakan ASN berkinerja.
12.Gerakan cinta dan dukungan terhadap produk-produk UMKM Pematangsiantar.
13.Pelaksanaan tes narkoba secara berkala bagi pelajar dan ASN.
Herlina berharap, upaya bersama ini dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Pematangsiantar dan mewujudkan kota yang “Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras”. (putra purba)