Hukum  

Selepas Makan Khas Batak di Siantar, Pasutri Warga Karo Korban Pencurian

Siantar – Datang ke Kota Pematangsiantar, pasangan suami istri Jonni Mangisi Simanjuntak (59) dan Elfrida boru Singa jadi korban pencurian di Jalan Sisingamangaraja, dekat eks Terminal Sukadame, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara.

Sebelum kejadian, warga Pajak Singa Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, itu makan di sebuah rumah makan khas Batak, tak jauh dari lokasi kejadian, Kamis (15/4/2021) sore.

Selesai makan, pasutri ini pun pergi ke lokasi di mana mereka memarkir truk. Kemudian mengikat tiga keranjang bibit kelapa di bak belakang yang rencananya mau dikirim ke Mandoge, Kabupaten Asahan. Usai mengerjakan itu Elfrida kembali ke bangku depan truk.

Di sana dia terkejut, tas yang semula diletakkan di dasbor sudah raib. Bahkan tiga unit ponsel yang juga berada di dalam truk turut raib. Dia coba mencari di sekeliling lokasi sembari bertanya kepada warga sekitar.

BACA JUGA

Tewaskan Mahasiswa USI Siantar, Sopir Truk asal Tapteng Ditahan

Anggota DPRD Karo Dilaporkan Dugaan Zinah, Kuasa Hukum Membantah

Pasutri itu akhirnya melaporkan kehilangan tas dan ponsel ke Polsek Siantar Utara yang terletak di Jalan Patuan Nagari atau sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. 

Isi tas masing-masing ada uang kontan Rp 2 juta, perhiasan emas berupa kalung, cincin, dan mainan berlian, SIM sepeda motor dan mobil serta BPKB dan STNK sepeda motor yang semuanya diletakkan di dasbor truk.

“Baru berapa menit kami mengikat bibit kelapa bak belakang. Itu pun cepat kali tasku hilang,” ujar Jonni yang mengaku rugi sekitar Rp 50 juta.  Dia mengaku sudah melaporkan kejadian dan polisi juga sudah turun ke lokasi. 

Kapolsek Siantar Utara AKP Manaek Ritonga membenarkan kejadian pencurian dialami pasutri tersebut. “Iya ada, tapi mereka hanya membuat surat laporan kehilangan barang,” sahutnya lewat WhatsApp. (Yud)

Iklan RS Efarina