Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Audrey Sebayang, Putri Karo Ikuti Pertukaran Pelajar di AS

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Audrey Ferima Salda Sebayang. (Foto: Facebook)

Medan – Audrey Ferima Salda Sebayang, seorang pelajar SMA dari Sumatra Utara, mengikuti program pertukaran pelajar dan pemuda di Amerika Serikat.

Audrey berangkat ke Amerika Serikat pada Minggu (22/8/2021). Sebelum berangkat mengikuti program Fully Funded Scholarship for Exchange Year 2021/2022 Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program US Department of State, dia beraudiensi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Terlihat di akun Instagram Edy Rahmayadi, saat sang gubernur berbincang dengan gadis Karo tersebut di Medan. 

Saya beserta warga Sumatra Utara tentunya mendoakan yang terbaik untuk Audrey

“Saya turut bangga atas keberhasilan Ananda kita, Audrey Ferima Salda Sebayang, yang rencananya akan berangkat ke Amerika Serikat,” tulis Edy.

Edy mengatakan, saat dirinya menerima audiensi Audrey, pelajar berprestasi itu mengatakan bahwa dia berangkat ke Amerika Serikat pada 22 Agustus 2021, kemudian akan pulang ke Indonesia pada Juni 2022.

“Saya beserta warga Sumatra Utara tentunya mendoakan yang terbaik untuk Audrey. Tetap jaga nama baik negara kita dan identitas kita sebagai orang Sumatra Utara. Tetap semangat dan berikan prestasi yang terbaik,” tulisnya.

Diketahui program YES 2021-2022 adalah pertukaran pemuda dan studi (YES). Dilihat pada laman https://id.usembassy.gov, program ini didirikan pada Oktober 2002 untuk memberikan beasiswa kepada siswa sekolah menengah (15-17 tahun) dari negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan, termasuk Indonesia.

Peserta akan menghabiskan sampai dengan satu tahun pendidikan akademik di Amerika Serikat. 

Siswa YES tinggal dengan keluarga angkat, mengikuti sekolah tinggi, terlibat dalam kegiatan sambil belajar tentang Amerika, memperoleh keterampilan kepemimpinan, dan membantu mendidik Amerika tentang negara dan budaya mereka. 

Yayasan Bina Antarbudaya, bersama dengan Kedutaan Besar AS di Jakarta, mengelola program YES di Indonesia. Lebih dari 1.000 pemuda pemudi Indonesia telah berpartisipasi dalam program ini sampai saat ini.

Persyaratan dasar untuk mengikuti program ini adalah pelajar SMA di Indonesia, tingkat 10 (SMA/sederajat kelas 1), lahir antara 1 Januari 2004 dan 1 Agustus 2005, Warga Negara Indonesia dan tidak memiliki paspor AS, tidak lahir di AS, salah satu orang tua bukan berkebangsaan AS.[]

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi