Membungkam Interpelator

Simalungun, Interpelasi yang digagas oleh 17 orang anggota DPRD Kabupaten Simalungun masih berlanjut. Namun jumlah anggota DPRD penandatangan usulan interpelasi pelan pelan berkurang.

Menurut informasi dari gedung DPRD Kabupaten Simalungun yang berkurang kemungkinan hanyalah dari Partai Nasdem sehubungan dengan perubahan sikap Fraksi Nasdem.

Tapi para penggagas masih optimis sehubungan dengan adanya informasi bulatnya suara Fraksi Demokrat mengusung interpelasi dan kemungkinan bergabungnya 3 orang anggota DPRD Kabupaten Simalungun mengusung hak interpelasi kali ini.b

Haji Mariono, anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Simalungun kepada simantab (27/01/2022) menyatakan bahwa penambahan pengusul interpelasi sehubungan dengan kemungkinan perubahan usulan interpelasi yakni dimasukkannya persoalan macetnya pencairan proyek MCK kedalam usulan interpelasi.

Sehubungan dengan masifnya pemberitaan miring kepada anggota DPRD Kabupaten Simalungun pengusung interpelasi ini menjadi catatan juga bagi masyarakat.

Jika sebelumnya Selasa, (25/01/2022) Histoni Sijabat, SP anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Fraksi Demokrat diberitakan oleh salah satu media maka hari ini, Jumat (27/01/2022) rekannya Bonauli Rajagukguk yang menjadi sasaran serangan framing dari media siber.

Susah untuk mempercayai bahwa itu adalah produk jurnalistik murni. Akan lebih diterima akal jika itu adalah produk pesanan dari penguasa yang resah dikritisi oleh DPRD Kabupaten Simalungun.

Haji Mariono, hanya tersenyum dan mengirim emote senyum ketika simantab mengajukan pertanyaan tentang serangan serta framing yang ditujukan kepada anggota DPRD Kabupaten Simalungun yang menandatangani hak interpelasi.