IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun

Panji Petualang Bersedih, Anaknya Digigit Ular Kobra

foto: youtube dan google

Simantab.com |  Penggemar satwa dan alam liar pasti mengenal sosok pria ini, dialah Panji Petualang. Dulu dia sempat punya program televisi sendiri selama bertahun-tahun, hingga namanya dikenal seluruh penjuru tanah air.Hanya saja, baru iniPanji Petualang bagikan kabar kurang baik karena anak laki-lakinya bernama Aufa digigit ular kobra.Ular itu bukan ular peliharaan Panji melainkan ular liar yang tak sengaja masuk ke area rumah Panji. Untunglah, sang pawang ular ini sigap dan memberikan pertolongan pertama yang tepat buat Aufa.Meski begitu, Panji tetap mencemaskan kondisi tubuh anaknya yang terancam mengalami pembusukan.

TEROR KOBRA DI MUSIM PENGHUJAN

Memang di musim penghujan ini, banyak ular kobra bertelur dan berkeliaran ke pemukiman warga untuk mencari makan. Ini jugalah yang terjadi pada Panji Petualang yang tak menyangka ular menyambangi kediamannya. Akhirnya, ular itu pun menggigit anak laki-lakinya. Hal itu terungkap dalam kanal Youtube Panji Petualang yang sudah mendapatkan 8 juta lebih subscribers sampai berita ini ditulis GridHITS.id (2/12/2021).Panji memberikan kabar duka karena anaknya digigit ular liar.

“Ularnya nyasar ke rumah,” ungkapnya. “Kebetulan, saat itu Aufa mencoba menangkap ular liar itu,” sambungnya. Padahal berkali-kali Panji sudah mengingatkan sang anak agar tak bermain-main dengan ular berbisa karena belum waktunya. Saat kejadian, Aufa sempat panik karena tangannya membengkak.

Panji membebat tangan sang anak agar tak banyak bergerak dan meminta sang anak untuk beristirahat. Tak hanya itu, usai digigit Aufa sempat mengalami sesak napas.

“Untunglah kita punya alat medis nebulizer, jadi langsung dipasangkan nebulizer untuk meringankan sesak napasnya,” tambahnya.Panji pun memeriksa detak jantung dan kadar oksigen dalam darah sang anak yang saat itu mengalami penurunan drastis. Panji juga terus memeriksa kondisi Aufa dengan alat bantu oxymeter darah di pergelangan tangan.

“Yang harus diperhatikan adalah detak jantung, karena orang yang digigit ular, detak jantungnya cenderung lemah,” terangnya. “Kemaren saat digigit sempat menyentuh angka 80 detak jantungnya,” ungkap Panji.

KONDISI AUFA SEKARANG

Beruntung, Aufa mendapatkan penanganan tepat hingga berangsur-angsur sembuh. Panji pun memperlihatkan kondisi Aufa 3 hari setelah kejadian. Aufa terlihat baik-baik saja, duduk ditemani sang ibu. Terlihat ada beberapa orang yang katanya menengok anak Panji yang terkena gigitan ular.

Video itu juga memperlihatkan tangan Aufa yang bengkak dibebat oleh pembungkus perban dan terlihat ada ada bekas gigitan ular kobra di tangan sang anak.

“Ada bekas taring kecil dua, kemungkinan kobranya menggigit dua kali, gigitan pertama tak tembus kemudian gigitan kedua tembus,” ungkapnya.

Ada beberapa bagian tangan Aufa yang melepuh akibat gigitan. 

“Tanda melepuh karena kelenjar getah bening diserang racun. Kulitnya pun terbakar dan panas.  Kobra itu punya bisa mycotoxin, cardiotoxin, neurotoxin dan cytotoxin, tapi 60 sampai 70 persen kandungan bisa kobra adalah neurotoxin,” jelasnya.

Video itu memperlihatkan kondisi ular yang menggigit Aufa yang disimpan dalam kandang kecil portable. Ular terlihat agresif dan selalu dalam posisi menyerang dengan leher membesar khas kobra.

Anehnya, saat Panji mengeluarkan dan memegang, ular itu hanya diam, tak menyerang. Di awal dan akhir video, Panji juga memberi pesan, jika digigit ular kobra, segera imobilisasi, jangan bergerak agak bisa tak menyebar, lalu segera hubungi dokter, petugas pemadam kebakaran, atau pawang profesional.

Sumber: hits.grid.id

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.