Sukma, Gadis 20 Tahun Penderita Hidrosefalus di Siantar

Siantar – Sukma Adhany, gadis berumur 20 tahun ini membutuhkan uluran tangan kaum para dermawan. Anak dari Sakidah (55), menderita penyakit hidrosefalus sejak lahir. Kepala Sukma terus membesar hingga beratnya mencapai kurang lebih 8 Kg.

Sakidah ditemui Rabu (28/4/2021) pagi, menuturkan, setelah anak semata wayangnya lahir, dia langsung pergi ke Malaysia, mengadu nasib sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Namun saat usia anaknya 6 tahun, memilih pulang ke Kota Pematangsiantar.

“Kurangnya pendapatan, apalagi saya sudah status janda. Habis lahiran Sukma saya tinggal merantau. Pulang setahun sekali dan dia dulu diurus sama keluarga. Tapi waktu usia dia sudah 6 tahun, saya balik lagi dan sekarang menetap di Siantar,” ujar warga Jalan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

Saat kembali berkumpul bersama anak semata wayangnya di Siantar, Sakidah mencoba belajar menjahit hingga akhirnya mahir, dan menjadikannya sebagai pekerjaan tetap. 

Mendapat tempahan seperti menjahit kain ulos Batak dan lainnya. Namun karena dampak Covid-19, dirinya kehilangan orderan.

Sakidah sudah berusaha membawa anaknya berobat ke rumah sakit. Keterbatasan biaya, membuat pengobatan tidak dilanjutkan lagi.

“Pernah kami bawa, tapi biayanya mahal. Makannya kami setop, kerja saya pun jahit Ulos. Apalagi di tengah pandemi pendapatan kurang,” ujarnya.

Untuk pengobatan Sukma, Sakidah mengaku mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun. Sedangkan dari Pemko Pematangsiantar sejauh ini, belum ada. 

Meski begitu, Sakidah tetap tegar mengurus Sukma yang tampak sehat dan riang ketika diajak berbincang.

“Kalau bantuan masih hanya orang-orang kampung sini. Kebanyakan dari Kabupaten Simalungun. Pemko Siantar belum ada. Bantuan selama pandemi yang saya terima itu cuma sekali. PKH atau lainnya belum saya dapatkan. Pastinya saya butuh bantuan pemerintah,” katanya sedih.

Sementara itu Sukma yang posisinya tidak bisa berjalan seperti anak-anak normal lainnya sesekali mengatakan jika dirinya tetap semangat.

“Tetap semangat Om,” ujarnya, sambil lempar senyum.

Uluran bantuan Pemko Pematangsiantar melalui dinas terkait sangat dibutuhkan gadis kurang beruntung ini.  

Dikutip dari alodokter.com, Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak.

Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.

Cairan otak diproduksi oleh otak secara terus menerus, dan diserap oleh pembuluh darah. Fungsinya sangat penting, antara lain melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, dan membuang limbah sisa metabolisme dari otak.

Hidrosefalus terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan otak tidak seimbang. Hidrosefalus dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh bayi dan orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas.

Gejala Hidrosefalus

Hidrosefalus pada bayi ditandai dengan lingkar kepala yang cepat membesar. Selain itu, akan muncul benjolan yang terasa lunak di ubun-ubun kepala. Selain perubahan ukuran kepala, gejala hidrosefalus yang dapat dialami bayi dengan hidrosefalus adalah:

-Rewel
-Mudah mengantuk
-Tidak mau menyusu
-Muntah
-Pertumbuhan terhambat
-Kejang

Pada anak-anak, dewasa, dan lansia, gejala hidrosefalus yang muncul tergantung pada usia penderita. Gejala-gejala tersebut antara lain:

-Sakit kepala
-Penurunan daya ingat dan konsentrasi
-Mual dan muntah
-Gangguan penglihatan
-Gangguan koordinasi tubuh
-Gangguan keseimbangan
-Kesulitan menahan buang air kecil
-Pembesaran kepala

Hidrosefalus yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan intelektual anak. Pada orang dewasa, hidrosefalus yang terlambat ditangani dapat menyebabkan gejala menjadi permanen.(Yud/net)

BACA JUGA

Iklan RS Efarina