Turut Berduka, Wali Kota dan Direksi PD Pasar Siantar Kehilangan Nurani?

Siantar – Sebesar Rp 8,3 miliar piutang pedagang Pasar Horas Pematangsiantar, sejauh ini tak bisa ditagih oleh manajemen Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ).

“Besaran piutang tersebut sejak 2015 sampai Juni 2021 tak bisa ditarik manajemen yang dipimpin Direktur Utama Bambang K Wahono,” ujar seorang sumber, Kamis (3/6/2021).

Sumber menyebut, piutang pedagang tersebut terdiri dari kontribusi bulanan dan kartu pemegang hak sewa kios (KPHSK) izin perpanjangan kios per tahunnya.

Diduga hal ini menjadi salah satu penyebab gaji karyawan PD PHJ tak terbayarkan sejauh ini. Hingga kemudian puluhan karyawan melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (3/6/2021).

Aksi itu menuntut direksi membayar gaji karyawan yang diperkirakan sebanyak 230 orang. Selama enam bulan mereka tak menerima gaji.

“Dua unsur direksi tadi berjanji akan membayar gaji karyawan tanggal 7 Juni,” kata Rocky Marbun, aktivis yang mendampingi para karyawan.

Aksi ini juga ditimpali dengan pajangan karangan bunga yang memuat narasi: Turut Berduka Cita atas Hilangnya Nurani Wali Kota dan Direksi dengan Keadaan Karyawan PD PHJ Kota Pematangsiantar.

Karangan bunga dengan ukuran cukup besar itu dipajang di Jalan Merdeka, persis di depan Balai Kota tempat Wali Kota Hefriansyah berkantor. 

Hanya saja, pihak Satpol PP setempat melarang karangan bunga tersebut dipajang di sana dan diputuskan untuk diletakkan jauh dari depan kantor wali kota.

Jarang Ngantor

Diperoleh informasi, Dirut PD PHJ Bambang K Wahono jarang masuk kantor dan lebih sering beraktivitas di luar jabatannya.

BACA JUGA

Sejak menjabat, Bambang disebut sibuk mengurusi politik, termasuk menjadi tim sukses calon legislatif 2019, berburu komisaris di Kawasan Industri Medan (KIM), terakhir berusaha ikut Pilkada Simalungun 2020.

“Entah kapan ngurus PD PHJ,” kata sumber tersebut.

Dirut PD PHJ Bambang K Wahono coba dihubungi lewat pesan WhatsApp pada Kamis siang, yang bersangkutan tak merespons terkait pertanyaan piutang pedagang, jarang ngantor dan karyawan yang belum gajian.()

Iklan RS Efarina