Kritisi Bangunan Tanpa Izin, Ketua PAC PDIP Diintimidasi

Pematangsiantar – Ketenangan Azahari Nasution, Ketua PAC PDIP Siantar Barat, Pematangsiantar, mulai terguncang. Setelah didatangi oknum aparat, pria bertubuh tambun itu kembali didatangi pria berbadan kekar yang kedatangannya menjurus ke arah intimidasi.

Pun demikian, Azahari mengaku sama sekali tak gentar. Karena cara-cara busuk seperti itu, menurutnya sudah kuno, dan bakal sirna dengan sendirinya.

“Sekarang ini kan jamannya bukan seperti itu lagi (intimidasi),” kata pria yang akrab disapa Wak Nas mengawali keluhannya kepada Simantab, Senin (6/6/2022).

Ia bercerita kalau belakangan ia memang mengkritisi bangunan yang berdiri di Jalan Melati, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, lantaran tak mengantongi PBG (dahulu IMB) dari dinas terkait.

Dikatakan tak berizin, menurutnya, bukan hanya isapan jempol belaka. Fakta ini dibuktikan Azhari setelah bertanya langsung kepada sejumlah pejabat dinas terkait mengenai persyaratan pendirian bangunan.

“Saya katakan itu (bangunan) tidak berizin bukan katanya-katanya seperti banyak yang sudah terjadi. Saya sudah konfirmasi ke dinas perizinan, dinas PU-PR, serta Satpol PP terkait bangunan. Dan, jawaban mereka katakan belum ada izinnya. Ini semua ada bukti-buktinya,” katanya sembari mengeluarkan ponselnya warna hitam dari saku, berisi percakapan dengan pejabat dinas dimaksud.

Pria berumur 49 tahun itu, berujar, intimidasi dengan cara didatangi orang-orang tersebut dirasakannya sepekan lalu, tak lama usai mengkritisi bangunan di laman sosial medianya.

“Mungkin kalau yang saya katakan di media sosial berupa hoax atau bohong baru mereka boleh ancam saya. Ini kan tidak. Pantas kah ketika orang yang mengatakan kebenaran harus dibungkam. Mau dibawa kemana kota ini?,” ketusnya.

Diakhir, Azahari meminta agar segudang persoalan bangunan diselesaikan kepala daerah sesuai ketentuan berlaku. Jika tidak menurutnya bakal menjadi preseden buruk di kepemimpinan Walikota Susanti Dewayani.

“Dan, kalau beliau pernah menengok televisi, banyak kok kepala daerah turun langsung ke lapangan begitu mendapat informasi warga, bahkan (dilaporkan) dari media sosial,” katanya.