Asal Usul Tanjidor

Foto Bersumber dari: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/

Karya: TIARA NELCYHIER

SMP Negeri 233 JAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN 

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Kesenian Betawi sudah mulai jarang ditemukan, keberadaannya hanya bisa kita lihat pada hajatan-hajatan besar warga Betawi di Jakarta. Inilah tanjidor, kesenian tradisional Betawi yang melibatkan beberapa orang pemain musik untuk memainkannya. Keberadaannya hanya bisa kita lihat pada hajatan-hajatan besar warga Betawi di Jakarta. Inilah tanjidor, kesenian tradisional Betawi yang melibatkan beberapa orang pemain musik untuk memainkannya. Tanjidor pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-18 yang saat itu dimainkan untuk mengiringi atau mengarak pengantin.

Kesenian Tanjidor adalah salah satu kesenian yang hidup dan berkembang sejak dahulu, hampir sulit dikemukakan kapan persisnya kesenian itu ada. Tapi yang jelas kesenian itu ada dan pernah mengalami kejayaan atau popular pada tahun 1970-an. Tanjidor merupakan kolaborasi antara seni Tanji dan bajidor. Jenis dari kesenian tanjidor adalah orkes karena dalam pementasannya tanjidor memiliki beberapa pemain musik yang memainkan alat-alat musik tanjidor.

Di Kabupaten Karawang dahulu Tanjidor digunakan untuk meramaikan arakan pengantin, khitanan, hajatan, perayaan imlek seperti barongsai, capgomeh, dan sebagainya. Belakangan ini sebagai upaya inovasi dalam pelestarian kesenian ini mencoba mengikuti trendnya dengan menambahkan seni tari seperti Jaipongan, Ketuk Tilu, Goyang Karawang dan sebagainya.

 

1.2. Identifikasi Masalah 

Seperti yang telah dirumuskan diatas, Tanjidor adalah sebuah kesenian tradisional yang berbentuk orkes kesenian. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa identifikasinya, yaitu:

  1. Kesenian Tanjidor terancam punah karena generasi saat ini kurang meminati kesenian tanjidor, mereka lebih banyak menyukai musik-musik modern seperti band-band, musik rock dan drumband zaman sekarang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
  2. Kurangnya modal dalam membeli alat-alat musik Tanjidor, karena alat-alat musik Tanjidor bukanlah alat-alat musik yang murah.
  3. Belum adanya sarana atau tempat pendidikan dari pemerintah daerah yang didalamnya mengajarkan cara memainkan alat-alat musik Tanjidor, mereka biasanya hanya belajar sendiri (otodidak) atau secara turun temurun oleh generasi Tanjidor diatasnya, dalam memainkan alat musik tersebut.

1.3. Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahanya, yaitu :

  1. Alat musik tanjidor terancam punah
  2. Belum ada sarana atau tempat pendidikan untuk mengajarkan cara memainkan alat musik tanjidor

1.4.  Rumusan Masalah

  1. Mengapa alat musik tanjidor terancam punah?
  2. Apa itu tanjidor?
  3. Apa fungsi tanjidor?
  4. Berasal dari manakah alat musik tanjidor?
  5. Bagaimana sejarah tanjidor?
  6. Seperti apakah ciri ciri tanjidor?
  7. Apasaja lagu yang sering dibawakan oleh grup musik tanjidor?

1.5. Tujuan Penulisan

Saat menulis karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yang ingin dan akan dicapai setelah penulisan karya ilmiah ini selesai antara lain:

  1. Memasyarakatkan tanjidor
  2. Mengenal sejarah tanjidor
  3. Menginformasikan ciri ciri tanjidor

1.6. Manfaat Penulisan

Agar alat musik tanjidor lebih dikenal dikalangan masyarakat Indonesia terutama masyarakat Betawi.

1.7. Metode Penulisan

Metode yang digunakan adalah studi pustaka menggunakan buku yang dapat ditemukan diperpustakaan dan juga mengambil beberapa informasi dari Internet.

 

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Tanjidor

Tanjidor (kadang hanya disebut tanji) adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup. Alat-alat musik yang digunakan biasanya sama seperti drumben. Kesenian Tanjidor juga terdapat di Kalimantan Barat, sementara di Kalimantan Selatan sudah punah. Ada juga fungsi musik tanjidor untuk daerah setempat yaitu untuk menghibur, tetapi terkadang bisa juga sebagai acara untuk meramaikan lamaran tapi yang melakukan lamaran biasanya orang betawi.

2.2. Tanjidor Terancam Punah

Kesenian Tanjidor terancam punah karena generasi saat ini kurang meminati kesenian tanjidor, mereka lebih banyak menyukai musik-musik modern seperti band-band, musik rock dan drumband zaman sekarang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kurangnya modal dalam membeli alat-alat musik Tanjidor, karena alat-alat musik Tanjidor bukanlah alat-alat musik yang murah.

2.3. Sejarah Tanjidor

Tanjidor sendiri berasal dari bahasa Portugis tangedor yang berarti alat-alat musik berdawai. Musik ini mendapat pengaruh yang kuat dari musik-musik di Eropa. Sedangkan tanjidor pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1700-an yang dibawa oleh para penjajah. Saat itu, tanjidor sering dimainkan oleh para budak untuk menghibur majikannya.

2.4. Ciri-ciri Tanjidor 

  1. Biasanya digunakan untuk pesta rakyat atau perayaan di desa.
  2. Yang memainkanya biasanya laki-laki.
  3. Perlu 7-10 orang untuk memainkannya.
  4. Tanjidor merupakan alat musik tiup.
  5. Biasanya perlu 1-2 orang sebagai penyanyi karna musiknya yg cukup keras

 

2.5. Lagu-lagu yang dibawakan alat musik tanjidor

Lagu-lagu Tanjidor berkembang dengan membawakan lagu khas Betawi seperti Jali-Jali, Surilang, Sirih Kuning, Kicir-Kicir, Cente Manis, Stambul, Persi serta lagu-lagu Sunda, seperti Kang Haji, Sulanjana, Daun Pulus, dan sebagainya.

 

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Alat musik Tanjidor ini kerap digunakan  dalam acara pernikahan, khitanan, dan pawai. Dan alat musik tanjidor sudah mulai langka, sebagian masyarakat Betawi sendiri sudah jarang memakai alat musik tanjidor di pernikahan dan di pawai padahal sebelumnya alat musik tanjidor kerap digunakan dalam acara tersebut.

3.2. Saran

Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Betawi lebih mengembangkan alat musik tanjidor dan terus dipopulerkan diacara acara dan masyarakat mengadakan sanggar belajar alat musik tanjidor sehingga alat musik tanjidor dapat lebih dikenal oleh generasi penerus terutama generasi penerus yang berada di kota Betawi.

DAFTAR PUSTAKA

Murni, Sylviana. 2011. Pernak-pernik Abang & None Jakarta.  Jakarta : PT.Mahendra Agung Jaya ( Ageng Production)

Saidi, Ridwan. 2011. Sejarah dan Kebudayaan Betawi. Jakarta : Kreasi Prima Jaya

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5507999/mengenal-tanjidor-alat-musik-khas-betawi-yang-melegenda.

https://apps.detik.com/detik/

http://bobo.grid.id/read/08681121/mengenal-tanjidor-salah-satu-kesenian-tradisional-khas-betawi#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16607363902937&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com

Sumber foto: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/

Sumber foto : https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/