DPRD Siantar Segera Bahas Pemberhentian Wali Kota Hefriansyah

Siantar – DPRD Kota Siantar segera membahas pemberhentian Wali Kota Hefriansyah, menyusul masuknya surat dari Gubernur Sumatra Utara perihal Penyampaian Surat Mendagri tentang Penjelasan Pemberhentian Wali Kota Pematangsiantar.

Surat yang diteken Plh Sekda Pemprov Sumut Afifi Lubis nomor surat 131 tanggal 11 Juni 2021 itu dibenarkan Ketua DPRD Siantar Timbul Lingga sudah sampai ke pihaknya.

Surat tersebut menyatakan menindaklanjuti surat Dirjen Otda Kemendagri nomor 131.12/3649/OTDA tanggal 4 Juni 2021 perihal Penjelasan Terkait Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Sumatra Utara.

Ketua DPRD Siantar diminta merepons surat dimaksud, menindaklanjutinya dan segera berkoordinasi dengan Dirjen Otda Kemendagri.

“Kami rapim kan dulu terkait surat tersebut, dan dari hasil untuk langkah selanjutnya,” terang Timbul dihubungi lewat WhatsApp, Jumat (18/6/2021).

BACA JUGA

Timbul menyebut, rapat pimpinan DPRD direncanakan digelar minggu depan. Dan dia memastikan rapat akan membahas rencana dan mekanisme pemberhentian wali kota sebagaimana surat yang disampaikan Mendagri dan Gubernur Sumut.

Wali Kota Siantar Hefriansyah saat ini masih menjabat. Normalnya dia akan menyelesaikan masa jabatan hingga 2022 mendatang.

Namun karena Pilkada 2020 di Kota Siantar sudah selesai digelar dan pemenangnya adalah almarhum Asner Silalahi-Susanti Dewayani, maka pasangan ini harus dilantik.

Informasi yang belum terkonfirmasi, Susanti Dewayani akan dilantik sebagai Wakil Wali Kota Siantar periode 2020-2024 pada Juli 2021. Itu karena wali kota terpilih Asner Silalahi mangkat pada 14 Januari 2021 lalu.

Jika Susanti yang juga seorang dokter anak tersebut dilantik, maka ini sejarah baru bagi Kota Siantar, pertama kali seorang perempuan menjadi wakil wali kota dan hampir dipastikan menjadi wali kota perempuan pertama di Kota Sapangambei Manoktok Hitei.

Erizal Ginting, suami dari Susanti Dewayani yang dihubungi lewat pesan WhatsApp pada Jumat (18/6/2021) malam, menyebut pihaknya berharap pelantikan 30 Juni 2021.

“Kami tetap push untuk 30 Juni biar sama dengan Kabupaten Madina,” katanya singkat. ()

Iklan RS Efarina