Iklan JR Saragih

Keren! Sajian Makanan Tradisional Bagian Dari Kurikulum Merdeka Di SMK Swasta Rismaduma Sumbul Dairi

Dairi, Simantab.com – Saat ini, pendidikan semakin mengikuti era baru, termasuk dalam hal kurikulum yang berlaku.

Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di beberapa sekolah. Namun, masih ada beberapa sekolah yang masih belum mampu mengaplikasikannya kepada peserta didik.

Hal ini bisa saja terjadi karena masih dalam proses awal penerapan kurikulum tersebut.

Kurikulum Merdeka memiliki keunikan yang tentu memperluas wawasan guru dan peserta didik.

Misalnya, mata pelajaran yang bertambah pada kurikulum ini, yaitu mata pelajaran Projek Penguatan Pelajar Profil Pancasila atau sering dikenal dengan P5.

Dengan kata lain, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

IKM P5 menjadi istimewa karena penerapannya tidak terintegrasi dalam pembelajaran setiap mata pelajaran melainkan mempunyai porsi khusus dalam setiap alokasi jam mata pelajaran yang membuat peserta didik memiliki kesempatan untuk dapat mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka dengan belajar dari teman mereka, guru, bahkan sampai pada tokoh masyarakat sekitar dalam menganalisis isu-isu hangat yang terjadi di lingkungan sekitar.

P5 ini mencakup beberapa tema, yakni  Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhineka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Rekayasa dan Teknologi, Kewirausahaan.

SMK Swasta Ris Maduma Sumbul kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sudah menerapkan beberapa P5. Pada semester genap tahun ajaran 2022/2023, dengan tema yang dipilih yaitu Kearifan Lokal.

Tema ini tentu bertujuan untuk membangun rasa ingin tahu peserta didik melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat  serta perkembangannya.

Tema ini dispesifikkan lagi ke makanan tradisional. Beberapa makanan tradisional yang disajikan oleh setiap peserta didik dalam bentuk kelompok per kelas.

” Mereka menyajikan dengan menggunakan dana yang disediakan oleh pihak sekolah. Sajiannya, antara lain: Dekke Na Ni Ura, Arsik Dekke Mas, Jahir Panggang Andaliman, Na Pinadar Cabe Rawit, Pelleng Pakpak, Nasi Kuning Daun Pisang,” Ujar Pitauli Simbolon Selaku Guru Bahasa Indonesia Di SMK Itu kepada Simantab.com

Dikatanya, Makanan tradisional tersebut yang ditampilkan dan dipamerkan di hadapan kepala sekolah, guru, dan seluruh peserta didik menjadi bagian dari eksplorasi budaya lokal.

“Peserta didik sembari menyajikan, guru yang bersangkutan akan membuat penilaian mulai dari proses pembuatan hingga dipamerkan kehadapan khalayak ramai.” Terangnya.

Melalui mata pelajaran P5 ini, peserta didik merasa bahwa pendidikan itu dimulai hal-hal sederhana hingga menjadi sebuah projek yang tentu meningkatkan kreativitas dan ketrampilan. Kurikulum merdeka ini membuat para peserta didik semakin tertarik dan senang dalam belajar.Oendidi

Josua Sitohang
Author: Josua Sitohang

Jurnalist

Iklan RS Efarina

Tinggalkan Balasan