IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
IKLAN SAMPING SIMANTAB oleh Silverius Bangun
Medan  

Pantauan CCTV, Mobilitas Masyarakat Turun Drastis

Situasi arus lalu lintas di pos penyekatan dalam masa PPKM darurat di perbatasan Kota Medan dengan Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mencatat penurunan drastis mobilitas masyarakat selama 6 hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Medan.

Kasatgas Opsda Aman Nusa II Kombes Pol Yus Nurjaman, Minggu (18/7/2021) mengatakan, berdasarkan pemantauan lapangan di lokasi pengelolaan arus lalu lintas dan pantauan CCTV, mobilitas warga Kota Medan di dalam kota turun drastis.

“Kita mencatat adanya penurunan mobilitas masyarakat dan kendaraan selama enam hari penerapan PPKM darurat di Kota Medan,” kata Yus Nurjaman yang saat ini menjabat Direktur Sabhara Polda Sumut.

Menurutnya, turunnya jumlah mobilisasi masyarakat dan kendaraan karena diberlakukan pengelolaan ruas jalan di 31 titik dari luar kota maupun dalam Kota Medan selama diberlakukannya PPKM darurat.

Seperti pantauan dari Pos Manhattan, Pos Cambriged, Pos Simpang Binjai, Pos Sei Kambing dan beberapa pos lainnya, serta pantauan CCTV ATCS Kota Medan di Jalan Halat kondisi lancar, Jalan Sm raja simpang Amplas terlihat lancar, Jalan MT Haryono simpang Uniland juga tampak lancar dan jumlah kendaraan yang melintas mengalami penurun signifikan.

“Pengelolaan ruas jalan dilaksanakan dari pukul 07:00 WIB hingga pukul 00:00 WIB. Tujuannya agar masyarakat yang tidak mempunyai kepentingan mendesak untuk tetap berada di rumah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Nurjaman.

Nurjaman menambahkan, selama pelaksanaan PPKM darurat di Kota Medan dilakukan secara masif dan humanis oleh TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Satgas Gakkum.

“Diharapkan dengan pemberlakuan PPKM darurat dapat menekan penyebaran Covid-19, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” tuturnya. ()

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.