Kantor Berita Simantab
Pusat informasi dan berita politik, ekonomi, hukum, budaya dari kabupaten karo, pakpak, dairi, toba, melayu, simalungun dan budaya jawa.

Selama Ramadan, Polisi Antisipasi Aksi Biawak di Pasar Horas Siantar

Siantar – Untuk kenyamanan pedagang dan pengunjung Pasar Horas, Pematangsiantar, selama Ramadan Polsek Siantar Barat melalui Kepala Sub Sektor Pasar Horas Aiptu Risdianto Saragih menerapkan sejumlah upaya preventif.

“Kami siap mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu situasi kamtibmas selama puasa,” kata Aiptu Risdianto, Senin (12/4/2021) sore.

“Preventif ini kami lakukan seperti bulan 12 kemarin mau Natal dan Tahun Baru. Kami lakukan agar pengunjung dan pedagang aman nyaman. Dengan catatan meminimalisir sampai tidak ada yang kecopetan,” katanya.

Untuk daerah titik rawan kejadian copet yang ditandainya, seperti di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Thamrin. Pihaknya juga lebih meningkatkan patroli, bersinergi dengan anggota Sub Trantib Pasar Horas.

“Karena itu titik rawan, kami pastikan saat ini selalu safety. Kenapa itu saya bilang titik rawan, ya karena rata-rata pelaku sering beraksi di sana. Korban pun banyak datang dari Jalan Sutomo langsung ke Imam Bonjol,” jelasnya.

Baca Juga:

Tentara Langit Syarifin Bangun Dipenjara Kedua Kalinya Dalam 1 Tahun

Polres Karo Abaikan SK 3 Menteri tentang UU ITE

Viral, Pedagang Ikan Korban Pajero

Netizen: Pajero Berubah Jadi Angkot

Pemerintah Indonesia Berhasil Pulangkan Nelayan Yang Ditahan Malaysia

Adin Nurawaludin: Masih Ada Sepuluh Orang Nelayan Yang Ditahan Malaysia

Pasca berhenti di Jalan Imam Bonjol lanjut Aiptu Risdianto, korban yang sering bawa tas sandang langsung dibuntuti pelaku dari arah belakang. Apalagi untuk situasi di sana tidak terlalu ramai warga.

BACA JUGA

Meski Harga Naik, Peminat Ayam Jelang Puasa Meningkat

Nahdlatul Ulama: Awal Ramadan 13 April 2021

Seharusnya Anda Tau

Baitul Muslimin Indonesia Sampaikan Belasungkawa

Minta Pihak Kepolisian Usut Tuntas

Pembunuh Owen Bukan Orang Gila?

Pelaku Mengantongi Uang Jutaan Rupiah Dan Membunuh Karena Dendam

Bang Hefri Belajarlah Dari Anies Baswedan

Gubernur Sumatera Utara Minta Walikota Pematang Siantar Jalankan Putusan Mahkamah Agung

“Rata-rata korbannya cewek, soalnya mereka sering melintas. Kadang naik kereta (motor), kadang jalan kaki. Copet yang biasa kami sebut biawak, sering beraksi di situ. Mereka manfaatkan situasi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, karena daerah itu dianggap rawan, pihaknya sering melakukan imbauan, seperti menggunakan pengeras suara dengan cara berkeliling hingga ke seluruh wilayah Pasar Horas.

“Suara kami lantangkan, agar pengunjung lebih memperhatikan bawaan, kayak tas dan lainnya. Kami minta agar mereka mewaspadai orang yang mencurigakan agar terlepas dari kejahatan,” ungkapnya lagi.

Patroli digelar setiap hari, saat pedagang mulai datang dan sampai Pasar Horas tutup.

“Kami patroli sesuai jam operasional pasar. Pagi hari dari jam 07.00 WIB, mau sampai malam jam 22.00 WIB. Apalagi pekerja penjahit, ya selama bulan puasa mereka lama tutupnya, dan kami tunggu juga,” ujarnya.

Masih kata Risdianto, selama bulan puasa ini, dia juga bersinergi dengan Bankom Raya. Tujuannya, mengimbau agar masyarakat yang datang ke Pasar agar memposisikan tas sandang atau ransel ke depan, supaya dapat dipantau. (Yud)

Top Radio Banner
Comments
Loading...

Situs ini menggunakan kuki untuk memberikan pengalaman terbaik bagi anda dalam menggunakan layanan kami. Kami memegang komitmen untuk melindungi privasi anda dan menjadikan keamanan data menjadi prioritas kami SetujuBaca Lagi