Air Mata Hinca Panjaitan Untuk Pernanden Karo

Hinca Panjaitan legislator yang tak kenal lelah menerima aspirasi pernanden kabupaten Karo 

 

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Dr. Hinca IP Pandjaitan XIII, SH, MH meneteskan air mata di Jambur (Ruang pertemuan di Karo) Desa Suka Maju, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

Legislator yang menempati Komisi 3 (Komisi Hukum) DPR RI ini terenyuh dan separuh jiwanya menyatu dengan pernanden (perkumpulan ibu-ibu) yang sedang bertarung memperjuangkan haknya melawan raksasa korporasi PT. Bibit Unggul Karobioteknik.

Pernanden berjuang untuk memperjuangkan lahan pertaniannya yang secara hukum agraria tumpang tindih. Tumpah tindih antara kuasa adat nan tradisional dengan kewenangan pemerintah pusat yang dikantongi oleh korporasi tersebut dalam bentuk Hak Guna Usaha.

Penegakan hukum juga berada di persimpangan jalan antara hukum dan humanisme. Dan seorang pernanden yang memperjuangkan haknya, Dahlia Br Ginting sudah berbulan bulan bolak balik ke Mapolres Karo untuk dimintai keterangannya dan menyandang status tersangka. Dengan lirih di atas kursi rodanya selalu hadir menghadap penyidik.

Kebuntuan hukum tersebutlah yang ditemukan oleh Hinca Panjaitan. Pakar hukum bergelar Doktor yang duduk di DPR RI ini berhasil menjalin koordinasi dengan penyidik dan Kapolres Karo AKBP Nicholas Sidabutar, SIK, MH menyetujui untuk mengeluarkan Surat  Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang mendera Dahlia Br Ginting.

Senyum sumringah pernanden pejuang di Kabupaten Karo ini adalah buah air mata dan keringat yang mengucur deras di dahi seorang legislator tangguh Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan adalah anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihan Sumut 3 yang terdiri dari 10 Kabupaten / Kota yaitu Kota Pematang Siantar, Simalungun, Karo, Pakpak Barat, Dairi, Asahan, Batu Bara, Tanjung Balai, Binjai dan Langkat.

Dan hari ini, Senin 5 Desember 2022, Masyarakat karo hari ini mencatat sebuah sejarah bahwa kehadiran wakil rakyat nyata dan ada dan berdampak ketika digunakan oleh orang tepat maka akan nyata dan bermanfaat. Dan palu itu berhasil menjadi terang yang menyinari sekelilingnya. Teruslah berdampak Bang Hinca, Masyarakat karo adalah orang yang paham dan tau berterima kasih, percayalah ..

Tinggalkan Balasan