Saat Imlek Fair Dibubarkan, Walikota Susanti Temui WALUBI Pematangsiantar, Artinya?

Siantar – Acara Imlek Fair 2023 yang diinisiasi oleh Ormas Satkom Gajah Mada menjadi perbincangan sejumlah kalangan pasca dibubarkan oleh Satpol PP Pematangsiantar pada Minggu (8/1/2023). Acara ini hanya bertahan satu hari dari rencana panitia selama kurang dari dua pekan, yakni 7-18 Januari 2023.

Perbincangan yang muncul pun beragam. Ada pula masyarakat yang kecewa hiburan dihentikan padahal digelar hanya sekali setahun. Namun namun ada pula yang setuju pembubaran karena dianggap menggangu kepentingan publik serta menyalahi aturan yang berlaku.

Acara Imlek Fair berpusat di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat berada di sebelah Lapangan Haji Adam Malik atau karib disebut Lapangan Simarito. Pembongkaran stand bazar juga sempat diwarnai ketegangan antara panitia dengan Kasatpol PP Robert Samosir.

Namun hal lain juga terjadi saat pembubaran acara Imlek Fair yang berlangsung, Minggu (8/1/2023), Walikota Susanti ternyata bertemu dengan Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia atau DPD Walubi Pematangsiantar.

Susanti bersama suaminya Erizal Ginting menghadiri undangan acara bakti sosial dalam rangka menyambut tahun baru Imlek yang digelar DPD Walubi dan Lions Club di Aula Yayasan Perguruan Sultan Agung.

Lewat sejumlah dokumentasi kegiatan itu, Susanti yang mengenakan gaun bermotif bunga dan rok hitam serta jilbab merah, tampak menikmati undangan panitia. Begitu pula dengan sang suami yang mengenakan pakaian serba hitam.

Terlihat mantan Dirut RSUD Djasamen Saragih itu juga tak sungkan melemparkan senyuman hangat saat memberi kata sambutan. Hal itu juga terekam kamera tatkala ia menyerahkan bingkisan kepada penerima baksos.

Imlek Fair Siantar 2023 sebelum dibubarkan. (Foto/ist)

Dalam kesempatan itu Walikota mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan DPD Walubi dan Lions Club serta mengajak organisasi lain berbuat hal serupa demi mewujudkan rasa kepedulian.

Ia mengharapkan semua pihak menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar suku, etnis, dan agama di Kota Pematangsiantar. Juga senantiasa bekerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi dengan Pemmo Pematangsiantar, khususnya dalam pembangunan umat beragama.

Sedangkan panitia baksos merespon dengan syukur karena Walikota dan rombongan, bersedia menghadiri acara. Panitia turut menjelaskan kalau kegiatan dihelat untuk menyambut tahun baru Imlek 2023.

Di sisi lain momentum Walikota Susanti menghadiri acara penyerahan baksos yang diinisiasi Walubi dan Lions Club bisa saja memberi makna yang tersirat atau hanya kebetulan saja. Tentu, hal ini tak bisa dianggap remeh begitu saja.

Padahal, seperti kita ketahui kalau di saat bersamaan Pemko Pematangsiantar bersikap tegas terhadap acara Imlek Fair yang dinilai melanggar peraturan hingga berujung pembubaran.

Tinggalkan Balasan