Proyek Telford Diduga Tidak Sesuai Volume Pengerjaan, Begini Respon Kades

Manggarai Timur, Simantab. Com – Proyek peningkatan jalan telford di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur diduga pagunya tidak sesuai volume pengerjaan.

Dugaan itu datang dari salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menduga, proyek peningkatan jalan telford (Lenang – Weong) tahun anggaran 2021 yang bersumber dari DD di Desa tersebut ada yang ditutup – tutupi Kepala Desa atau tidak transparan.

Pasalnya, pagu senilai Rp. 472.643.532 yang terpampang di lokasi proyek tidak disertakan volume pengerjaanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Rana Gapang, Melikior Wene saat dimintai keterangan media ini pada Selasa,(25/01/2022) dirinya membantah tudingan warga perihal dugaan tersebut.

Kepada wartawan Melikior menegaskan, tudingan tersebut tidaklah benar.

Menurutnya, pagu sesuai papan informasi yang terpampang di lokasi pengerjaan, benar sesuai RAB. Ia juga mengakui bahwa sedikit ada kesalahan teknis dari TPK dalam membuat papan informasi.

“Sedikitnya tulisan yang terpampang di papan informasi itu agak benar dari pagu anggarannya. Akan tetapi ada kesalahan teknis dari TPK. Karena itu, secara keseluruhan ada 3 (tiga) paket kegiatan di dalamnya yakni, telford dengan volume 235 meter, kemudian 3 (tiga) tembok penahan tanah (TPT), dan 4 (empat) titik deker. Semuanya itu masih satu paket dengan pagu senilai Rp. 472.643.532, sebut Melikior.”

Melikior mengatakan, dalam perencanaan awal dianggarkan untuk 5 titik deker, 3 TPT dan paket telford 235 meter. Namun di luar dugaan kata dia, ada instruksi untuk pembayaran BLT ekstrim kepada 97 KPM yang terakomodir, katanya.

Ia menambahkan, uang untuk pembayararan BLT ekstrim kepala 97 KPM dengan total Rp. 900.000 selama satu tribulan itu tidak cukup, dikarenakan terlanjur pengerjaan fisik.

“Begitu kami siasati, uangnya tidak cukup untuk membayar BLT ekstrim kepada 97 KPM. Setelah itu kami menggelar pertemuan dengan sejumlah aparat desa guna membahas terkait nasib 97 keluarga penerima manfaat (KPM) BLT ekstrim dengan memangkas satu dari 5 titik deker yang tertuang dalam perencanaan, tutupnya.”